Evaluasi untuk Mudik Aman dan Nyaman

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mudik sebagai sarana silaturahmi diharapkan lebih baik di masa mendatang. Kejadian Brexit menjadi pelajaran berharga.

    Mudik sebagai sarana silaturahmi diharapkan lebih baik di masa mendatang. Kejadian Brexit menjadi pelajaran berharga.

    INFO NASIONAL - Saat puncak arus mudik di minggu awal Juli lalu, pintu keluar Jalan Tol Brebes (Brexit) penuh antrean mobil hingga 20 kilometer. Waktu tunggu keluar dari jalan tol pun mencapai puluhan jam. Terkait ketidaknyamanan yang terjadi, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mewakili semua kementerian serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam angkutan Lebaran 2016 meminta maaf kepada masyarakat.

    “Atas nama semua pemangku kepentingan, kami menyesal serta meminta maaf atas jatuhnya korban, baik karena kecelakaan lalu lintas maupun hal lain, termasuk adanya kejadian di pintu keluar Jalan Tol Brebes,” ungkap Jonan pada konferensi pers di Posko Angkutan Lebaran 2016 Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 18 Juli 2016.

    Kementerian Perhubungan memang memiliki tugas pokok dan fungsi memastikan kelaikan sarana dan prasarana angkutan umum yang digunakan para pemudik. Karena itu, sebelum masa mudik tiba, Kementerian Perhubungan memeriksa semua sarana dan prasarana angkutan umum, juga sumber daya manusia yang melayani angkutan mudik. Menteri Jonan jauh-jauh hari telah meninjau kesiapan terminal-terminal pemberangkatan bus. Kemudian, meninjau pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi dan krunya, persiapan rangkaian kereta api, dan persiapan pihak maskapai penerbangan beserta angkutan laut dan penyeberangan.

    Dari catatan Kementerian Perhubungan terkait evaluasi penumpang angkutan Lebaran 2016, kenaikan jumlah penumpang paling besar terjadi untuk moda transportasi udara. Penumpang angkutan udara naik 13,74 persen, dari 4,3 juta menjadi 4,9 juta penumpang.

    Kemudian, angkutan penyeberangan naik 6,67 persen dari 3,5 juta menjadi 3,8 juta penumpang. Angkutan laut telah disiapkan 1.273 kapal dengan kenaikan jumlah penumpang 5,6 persen atau 930.498 orang. Kenaikan jumlah penumpang untuk transportasi kereta api mencapai 3,78 persen, dari 3,9 juta melonjak ke 4,08 juta penumpang. Adapun pengguna angkutan jalan justru menurun 5,99 persen. Penumpang angkutan umum secara keseluruhan naik 4,3 persen, yakni dari 17,4 juta penumpang pada 2015 menjadi 18,15 juta penumpang pada tahun ini.

    Sementara itu, Direktur Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi berpendapat, tak hanya Menteri Perhubungan yang harus minta maaf. Jajaran instansi terkait juga harus bersikap dan bertindak sama. “Perlu kerja sama dan koordinasi antar-instansi untuk mengatasi kejadian seperti kasus ini, mulai Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Jasa Marga, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai penyedia jalan raya atau jalan tol,” ujarnya, menegaskan.

    Di sisi lain, apresiasi disampaikan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr K.H.M. Hamdan Rasyid, M.A. “Kita harus mengapresiasi sikap gente-nya meski itu bukan sepenuhnya kesalahannya. Ini sikap positif dan bertanggung jawab yang harus ditiru,” katanya.

    Menurut Hamdan Rasyid, mudik sebagai momentum silaturahmi telah menjadi agenda besar setiap tahun dan tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Mobilisasi massa yang sangat besar ke berbagai kota dan desa dalam waktu serempak tentu membuat kemacetan luar biasa. Evaluasi tetap harus dilakukan sehingga masyarakat bisa menikmati mudik dengan nyaman dan aman. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.