Populasi Buaya di Kupang Meningkat, 6 Orang Tewas Tiap Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pawang berpose di atas tubuh buaya raksasa dalam pertunjukan di Sriracha Tiger Zoo, Provinsi Chonburi, Thailand, 7 Juni 2016. Aksi ini ditampilkan dalam pertunjukan bagi wisatawan. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    Pawang berpose di atas tubuh buaya raksasa dalam pertunjukan di Sriracha Tiger Zoo, Provinsi Chonburi, Thailand, 7 Juni 2016. Aksi ini ditampilkan dalam pertunjukan bagi wisatawan. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    TEMPO.COKupang - Sebanyak sembilan penduduk di Kota dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, selama Januari hingga Juli 2016 dilaporkan tewas diterkam buaya di sejumlah lokasi di dua daerah itu.

    "Sejak Januari hingga Juli 2016, sudah sembilan warga yang tewas akibat diserang buaya," kata Kepala Operasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT Danang Suryana kepada wartawan di Kupang, Selasa, 26 Juli 2016.

    Berdasarkan data BKSDA NTT selama lima tahun terakhir, sejak 2011 hingga 2016, total warga yang tewas diterkam buaya mencapai 34 orang. "Rata-rata setahun sebanyak enam warga yang tewas dimakan buaya," ujarnya.

    Buaya masih tampak berada di perairan pantai Teluk Kupang. Terakhir, petang kemarin, seekor buaya muara berukuran besar ditemukan sedang berjemur di pantai wisata Lasiana, Kupang.

    Namun buaya tersebut gagal ditangkap petugas BKSDA NTT karena keterlambatan kapal tangkapan dan kerumunan warga yang hendak menyaksikan buaya itu, sehingga buaya kabur kembali ke dalam laut. Petugas BKSDA sempat berupaya mengejar buaya tersebut, tapi upaya yang dilakukan sekitar dua jam itu tak membuahkan hasil, sehingga petugas kembali ke darat.

    "Kami gagal menangkap buaya berukuran besar saat berjemur di pantai Lasiana," tutur Danang.

    Dia mengingatkan warga di Kota dan Kabupaten Kupang agar selalu waspada saat berwisata di laut. Populasi buaya saat ini diperkirakan makin bertambah dan berkeliaran di Teluk Kupang. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.