Kasus Vaksin Palsu, Ratusan Bayi Kota Bekasi Divaksin Ulang Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim kuasa hukum korban vaksin palsu di Rumah Sakit Elizabeth Bekasi, melaporkan Direktur Umum RS Elizabeth ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan obat, 23 Juli 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Tim kuasa hukum korban vaksin palsu di Rumah Sakit Elizabeth Bekasi, melaporkan Direktur Umum RS Elizabeth ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan obat, 23 Juli 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Bekasi - Ratusan bayi yang terpapar vaksin palsu di Kota Bekasi, Jawa Barat, akan mendapatkan vaksin ulang mulai Selasa, 25 Juli 2016. Vaksin ulang dipusatkan di Rumah Sakit Rawalumbu dan dua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

    Ketua Satgas Vaksin Palsu, Kota Bekasi, Pusporini mengatakan titik vaksin ulang dipusatkan di Rumah Sakit Rawalumbu, Puskesmas Mustikajaya, dan Puskesmas Bojong Rawalumbu. Adapun jenis vaksin yang diberikan sesuai dengan vaksin palsu sebelumnya. "Namun sudah diverifikasi keasliannya oleh Satgas Vaksin Palsu," katanya, Senin, 25 Juli 2016.

    Puspo mengatakan, pada hari pertama, 20 bayi yang melakukan vaksin ulang di RS Rawalumbu merupakan pasien vaksin palsu di Rumah Sakit Elisabeth, Bekasi. Sedangkan 20 pasien vaksin palsu di Puskesmas Mustikajaya merupakan pasien dari Rumah Sakit Permata, Bekasi. "Vaksin ulang kedua pada Rabu depan," ujarnya.

    Menurut dia, pada hari kedua, pasien yang akan divaksin mencapai 90 bayi. Perinciannya, 50 pasien vaksin palsu dari RS Elisabeth divaksin ulang di RS Rawalumbu, 23 bayi dari RS Permata divaksin ulang di Puskesmas Mustikajaya, dan 17 bayi dari RS Hosana Medica divaksin ulang di Puskesmas Bojong Rawalumbu.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, mengatakan pengumuman vaksin ulang dilakukan secara rahasia dan personal. Petugas menghubungi langsung keluarga bayi yang terpapar vaksin palsu ke rumahnya. "Keluarga diminta membawa bayi ke lokasi vaksin ulang," tuturnya.

    Rayendra menambahkan, untuk menghindari kasus serupa, pemerintah berencana membuat regulasi yang mengatur pengadaan vaksin di fasilitas kesehatan swasta. Sehingga setiap pengadaan harus diketahui oleh pemerintah, khususnya distributor yang mendistribusikan barangnya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.