4 Jenazah Korban Kapal Pengangkut TKI Kembali Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, melaporkan penemuan empat jenazah lain korban kapal pengangkut imigran warga negara Indonesia yang terbalik di perairan Pantai Batu Layar, Johor, Sabtu lalu.

    Lewat pesan WhatsApp, Tempo menerima laporan terakhir pencarian jenazah oleh otoritas Malaysia, sekitar pukul 20.30 WIB.

    "Jadi saat ini sudah ada 14 korban tenggelam, terdiri dari tujuh perempuan dan tujuh laki-laki," ujar Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Taufiqur Rijal, saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Juli 2016.

    Menurut Rijal, jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit wilayah Johor oleh tim evakuasi (SAR) gabungan Malaysia, untuk proses visum dan identikasi.

    Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Muhammad Iqbal sempat mengatakan tim SAR kesulitan mengidentifikasi, karena kondisi korban usai tenggelam, dan minimnya tanda pengenal yang bisa menjadi rujukan identitas.

    "Untuk itu, Kemlu berkoordinasi dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri, untuk antisipasi kebutuhan proses identifikasi," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Senin.

    Dari jumlah total 63 penumpang kapal itu, baru 34 yang berhasil diselamatkan, sementara sisanya ditemukan tak bernyawa, dan masih dinyatakan hilang.

    Para WNI yang selamat dari peristiwa itu berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulangan mereka masih diupayakan KJRI Johor Bahru.

    Saat ini terdapat enam dari 14 jenazah yang sudah teridentifikasi. Dari jumlah yang sudah ditemukan, sebanyak tujuh orang berjenis kelamin laki-laki, dan tujuh lainnya perempuan.

    Berikut nama dan status jenazah korban yang telah berhasil diidentifikasi, berdasarkan laporan KJRI Johor Bahru, berkoordinasi dengan Tentara Laut Diraja Malaysia:

    1. Yolan Alindasera (perempuan) asal Kupang
    2. Bayi perempuan, yang diduga merupakan anak Yolan Alindasera (nama tak disebut)
    3. Maya (perempuan) asal Medan
    4. Ernawati (perempuan) asal Belawan, Medan, sedang ditelusuri ahli warisnya
    5. Rusida (perempuan) asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, sedang ditelusuri ahli warisnya
    6. Sakmah (laki-laki) asal Lombok Timur, sedang ditelusuri ahli warisnya

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.