Menteri Natsir Rektor Gandeng BNN Cegah Narkotika di Kampus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia narkoba BNN. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi razia narkoba BNN. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Natsir meminta seluruh rektor perguruan tinggi di Indonesia menggandeng Badan NarkotikaNasional (BNN) untuk bekerja sama mencegah peredaran narkotika di dalam kampus.

    "Mahasiswa, dosen dan pegawai harus bebas dari narkotika," katanya usai menghadiri peluncuran program studi pendidikan dokter di Universitas Bosowa Makassar, Senin sore 25 Juli 2016.

    Natsir menegaskan bahaya narkotika telah mengancam seluruh civitas akademika di Indonesia. Itu sebabnya dia telah mengharamkan narkotika beredar di dalam kampus. Bahkan Natsir menyatakan memberi akses sebesar-besarnya kepada aparat Badan Narkotika Nassional untuk langsung melakukan pencegahan dan penindakan.

    Menurut Natsir, seluruh elemen kampus patut menjalani uji narkotika, baik tes urine, darah maupun rambut. Dia meminta dosen, pegawai dan mahasiswa yang positif menggunakan narkotika harus mendapat sanksi berat. "Sebagai tahap awal seluruh mahasiswa harus menjalani uji bebas narkotika," ujarnya.

    Natsir mengapresiasi Universitas Hasanuddin yang telah melakukan kerja sama dengan BNN. Pada Senin pagi ini,  Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu melakukan penandatanganan kerjasama pencegahan dan penanganan narkotika di dalam kampus.

    Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan 5.000 mahasiswa baru tahun ini akan menjalani tes urine. Dia mengatakan, pihaknya akan membahas teknis pelaksanaannya bersama BNN, karena BNN diberi akses  untuk melakukan tes. "Tidak menutup kemungkinan petugas BNN melakukan razia dalam kampus. Itu patut didukung," ujarnya.

    Selain pencegahan, pihak Unhas juga akan berperan melakukan rehabilitasi berkelanjutan terhadap pecandu narkoba. "Kami juga akan melakukan pendampingan dan kampanye anti narkotika kepada masyarakat,” tutur Dwia.

    Adapun Budi Waseso mengatakan pihaknya akan rutin melakukan tes urine dalam kampus. Setiap semester petugas BNN akan masuk kampus sebagai upaya berkelanjutan pengawasan terhadap mahasiswa. "Sampai selesai kuliah mereka akan dites, baik urine, darah maupun rambutnya."

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.