Terpidana Mati Sudah Mulai Dipindahkan ke Nusa Kambangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan berdiri di seberang Pulau Nusakambangan, tempat pelaksanaan eksekusi mati di Cilacap, 7 Maret 2015. Duo Bali Nine dan sejumlah terpidana mati telah berada di pulau ini. REUTERS/Darren Whiteside

    Wartawan berdiri di seberang Pulau Nusakambangan, tempat pelaksanaan eksekusi mati di Cilacap, 7 Maret 2015. Duo Bali Nine dan sejumlah terpidana mati telah berada di pulau ini. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COJakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly irit bicara soal eksekusi terpidana mati jilid III. Namun ia mengakui terdapat beberapa napi dengan vonis mat yang telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

    "Kalau Jaksa Agung perintahkan, kami siap. Memang sudah ada yang dipindahkan," kata Yassona setelah memimpin rapat koordinasi di kantornya di Jakarta, Senin, 25 Juli 2016. Selebihnya, kata Yasonna, eksekusi adalah kewenangan Kejaksaan Agung.

    Ia menjamin kondisi menjelang eksekusi mati di Nusakambangan aman. Menurut dia, pemindahan terpidana dari satu tempat ke tempat lain adalah hal wajar. Pihak keluarga pun akan diberi tahu apabila eksekusi sudah dipastikan. "Itu biasa, pemindahan orang itu biasa. Kami tinggal tunggu arahan," ujarnya.

    Pada Jumat pekan lalu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo belum mau menyebutkan waktu eksekusi mati yang ketiga ini. Ia pun masih enggan menyebutkan identitas terhukum mati yang akan dieksekusi kali ini, meski disebutkan ada WNA. "Jumlahnya berapa, nanti saya kasih tahu," tutur Prasetyo di kantornya.

    Sumber Tempo di Kejaksaan Negeri Tangerang menyebutkan salah seorang terpidana mati, Merri Utami, sudah dipindahkan ke LP Nusakambangan. Ia adalah terpidana mati heroin 1,10 kilogram.

    Persiapan eksekusi pun disebutkan sudah dilakukan mendetail. "Kami tinggal menunggu hari H (eksekusi)," ucap seorang jaksa di Kejaksaan Negeri Tangerang. Ia mengatakan sejumlah jaksa di Kejaksaan Negeri Tangerang turut mendampingi Merri di Cilacap.

    Yasonna menambahkan, jumlah dan upaya banding yang diajukan beberapa terpidana mati sepenuhnya wewenang Kejaksaan Agung. Terkait dengan koordinasi dengan Kejaksaan Agung tentang kepastian eksekusi, ia hanya merespons, "Kalau sinyal, ada terus."

    ARKHELAUS W. | AYU CIPTA (TANGERANG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.