KJRI Johor Bahru Bantu Pemulangan WNI Korban Kapal Karam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terjaring di bandara di kumpulkan di Mapolda Jawa Timur, 28 Juli 2015. Calon TKI asal Madura, Jember, Banyuwangi, Tuban dan Lamongan ini akan menuju Malaysia. FULLY SYAFI

    Puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terjaring di bandara di kumpulkan di Mapolda Jawa Timur, 28 Juli 2015. Calon TKI asal Madura, Jember, Banyuwangi, Tuban dan Lamongan ini akan menuju Malaysia. FULLY SYAFI

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, Malaysia, terus mengupayakan pemulangan para warga negara Indonesia yang menjadi korban kapal karam di perairan Pantai Batu Layar, Kota Tinggi. Kapal imigran yang memuat 62 orang itu terbalik lalu tenggelam saat berlayar dari Johor menuju Batam, Sabtu malam lalu.

    "Itu sesuai arahan Menlu. Saat ini KJRI menyiapkan dokumen perjalanan bagi para korban," ujar Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemlu Muhammad Iqbal lewat keterangan tertulis, Senin, 25 Juli 2016

    Menurut Iqbal, koordinasi pun dilakukan Kementerian dengan pemerintah daerah asal setiap tenaga kerja Indonesia yang ikut di kapal tersebut. Tim perlindungan WNI Kementerian pun sudah bergerak le lokasi, Ahad kemarin.

    Iqbal mengatakan otoritas SAR Malaysia, Senin pagi, menemukan kembali dua jenazah pria korban kapal tersebut. "Dengan demikian, hingga saat ini total ada sepuluh jenazah, dan satu bayi," katanya.

    Ahad malam, jumlah korban tewas terhitung masih delapan orang, sementara 34 berhasil diselamatkan. Otoritas Malaysia, ujar Iqbal, masih mencari sisa penumpang yang belum ditemukan dari 62 yang ada. 

    Konsul Jenderal RI di Johor, Taufiqur Rizal, sempat mengabarkan perkembangan penanganan korban. Pihaknya mewawancarai para korban selamat dan bertemu dengan otoritas imigrasi setempat.

    Kapal yang diduga berlayar lewat jalur ilegal itu mengalami mati mesin, Sabtu malam, pukul 23.00 waktu setempat. Kapal lalu diempas gelombang laut, kemudian tenggelam.

    Dari 34 orang selamat, diketahui sepuluh orang berasal dari Nusa Tenggara Barat, sembilan dari Jawa Timur, empat asal Aceh dan Sumatera Utara, tiga orang asal Nusa Tenggara Timur, dua orang dari Banten, serta seorang asal Jambi dan Sumatera Barat.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.