Bandung Raih Piala Adipura, Ridwan Kamil Keluar Modal Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil bersama warga mengepel trotoar di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Prihatin dengan aksi vandalisme, Ridwan Kamil bersama warga ikut membersihkan trotoar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil bersama warga mengepel trotoar di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Prihatin dengan aksi vandalisme, Ridwan Kamil bersama warga ikut membersihkan trotoar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan modal cukup besar untuk menggaet kembali Piala Adipura. Kota Bandung meraih penghargaan kedua kali untuk kota bersih tersebut.

    "Kalau nominalnya saya tidak hafal," kata Ridwan Kamil saat ditemui di Cihampelas Walk di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Minggu malam, 24 Juli 2016.

    Ridwan mengatakan, untuk menjaga kebersihan Kota Kembang itu, Pemkot Bandung memiliki 6.000 petugas kebersihan yang terdiri atas 1.500 petugas kebersihan, 1.500 petugas gorong-gorong, serta 1.500 petugas ketertiban untuk gerebek sampah di sungai dan petugas penyiram tanaman. "Itu harga yang harus dibayar untuk menjaga kebersihan Bandung," ujar Ridwan.

    Dana yang pasti dikeluarkan untuk mendapat Piala Adipura Kirana diperkirakan 40 persen dari dana yang digelontorkan dalam Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) sebesar Rp 200 miliar. 

    "Dari dana itu, 40 persen memang untuk kebersihan. Kita membeli infrastruktur seperti motor sampah dan lain-lain. Jadi regulasi juga ditegakkan, seperti denda-denda kalau ketahuan (pembuang sampah) saat gerebek sampah," tuturnya.

    Ridwan Kamil mengatakan, meskipun Kota Bandung mendapat Adipura dua kali berturut-turut, kota berjulukan Paris van Java ini belum sempurna. "Kali kedua Kota Bandung dapat Adipura, artinya ada konsistensi. Selalu saya sampaikan kita belum sempurna. Kemarin kita ada di bawah, pelan-pelan naik sampai suatu hari nanti bisa dapat Adipura Paripurna," ucapnya.

    Ridwan Kamil optimistis target Adipura Paripurna tercapai jika infrastruktur pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) ramah lingkungan rampung. "PLTSa sebagai solusi penanganan sampah. Kalau PLTSa sudah jadi, ada manajemen persampahan," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.