Proyek Jalur Kereta Citayam-Parungpanjang Terkatung-katung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. Pengecekan tersebut guna memastikan keamanan jalur kereta api saat mudik lebaran nanti. TEMPO/Bram Selo Agung

    Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. Pengecekan tersebut guna memastikan keamanan jalur kereta api saat mudik lebaran nanti. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Bogor - Pembangunan jalur rel kereta api dari Stasiun Citayam - Parungpanjang sampai sekarang terus tertunda. Padahal proyek ini masuk dalam Rencana Strategis (Rensra) Kementerian Perhubungan tahun 2010-2015 yang ditunda lagi ke periode 2015-2019.

    Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, mengatakan tertundanya pembangunan jalur KA Citayam-Parungpanjang, disebabkan sulitnya pembebasan lahan.

    "Beberapa hal yang menjadi permasalahan,  mulai dari persiapan dokumen perencanaannya hingga dukungan tata ruang," kata Joice, ketika dihubungi Minggu 24 Juli 2016.

    Joice juga menyesalkan kendala klasik pembangunan infrastruktur di Indonesia yakni masalah pembebasan lahan, masih menghambat jalur vital ini. Bergesernya fokus Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada pembangunan jalur kereta api di luar Jawa membuat proyek ini kian terbengkalai.

    Jalur kereta api dari Citayam ke Parungpanjang berjarak 32.438 kilometer dengan estimasi biaya hampir Rp 1 triliun. Proyek ini seharusnya selesai pada 2020 depan.

    Kabid Sarana Prasarana Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (Sarpras) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika,  mengatakan, rencana pembangunan jalur kereta api Citayam-Parungpanjang sebenarnya merupakan program lama dari Kementerian Perhubungan.

    "Tapi sejak dulu, kami tidak dinformasikan kapan target pembangunannya dimulai dan kapan harus selesai,"kata Ajat.

    Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor  kini kembali mempertanyakan nasib  pembangunan jalur KA Citayam-Parungpanjang pada pihak Kementerian Perhubungan. Pemerintah Bogor berharap jalur itu masuk dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang sedang disusun Kementerian. "Kami berharap itu masuk dalam RITJ 2030 yang sedang disusun," kata Ajat.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.