Pilkada DKI, PDIP Klaim Ada Dua Kesepakatan dengan Gerindra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Gerindra Jakarta Muhammad Taufikdan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Gembong Warsonoberfoto bersama usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindradi Gedung Joeang, Jakarta, 8 Mei 2016. Tempo/Larissa

    Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Gerindra Jakarta Muhammad Taufikdan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Gembong Warsonoberfoto bersama usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindradi Gedung Joeang, Jakarta, 8 Mei 2016. Tempo/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gembong Warsono, mengaku sudah membangun konsolidasi dengan beberapa partai untuk menghadapi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017. Konsolidasi dilakukan antar partai tingkat provinsi yang akan diteruskan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai.

    "Ya, kami melakukan pendekatan terus. Hasil konsolidasi yang kami bangun,  kemudian dilaporkan kepada DPP, karena yang melakukan koalisi DPP. Jadi hanya sekedar memberikan masukan," kata Gembong di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Ahad, 24 Juli 2016.

    Dari komunikasi dengan beberapa partai, Gembong mengklaim ada dua kesepakatan yang sudah tercapai dengan Partai Gerindra. Pertama, antara PDIP dan Gerindra sepakat tidak akan memberikan dukungan kepada calon perseorangan. Kedua, PDIP dan Gerindra sepakat akan memberikan penguatan terhadap peran partai politik dalam Pilkada DKI Jakarta.

    Menurut Gembong, setelah adanya kesepakatan itu, kedua partai akan membicarakan pembedahan persoalan yang ada di Jakarta. "Setelah itu, baru kami bicarakan lima tahun ke depan apa yang mau kami hadapi," kata Gembong.

    Gembong mengatakan, belum ada keputusan soal calon bersama dari kedua partai. Yang terpenting, kata dia, kedua partai sudah membahas persoalan Jakarta karena hal tersebut terkait dengan sosok yang paling cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

    "Itu persoalan nanti. Setelah itu baru kami bedah siapa yang paling cocok untuk mengatasi persoalan Jakarta ke depan," kata Gembong. "Kemudian nanti duduk bareng dengan Gerindra dan partai lain apa sih persoalan Jakarta lima tahun ke depan.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.