Atasi Masalah Distribusi di Riau, Bulog Bangun Gudang Beras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COPekanbaru - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) bersepakat membangun gudang beras di kabupaten itu. “Pembangunan gudang beras untuk mengatasi masalah distribusi yang sering terkendala,” kata Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Meranti Agusyanto Bakkar, Minggu, 24 Juli 2016.

    Agus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menyediakan lahan seluas 2 hektare di Desa Sialangpasung, Kecamatan Rangsang Barat. Sedangkan pembangunan fisik gudang dengan kapasitas 1.000 ton direalisasikan Bulog. Biayanya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

    Menurut Agus, pembangunan gudang itu merupakan project sharing antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bulog. "Bulog telah melakukan survei lokasi. Sialangpasung dinilai sangat representatif sebagai tempat gudang Bulog," ucapnya.

    Pihak Bulog telah menugaskan konsultan perencanaan pembangunan ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Pembangunan akan dimulai setelah proses pengadaan lahan rampung. “Direncanakan pembangunan gudang rampung akhir 2016,” tutur Agus.

    Agus menjelaskan, pembangunan gudang beras sangat diperlukan. Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri atas banyak pulau menjadi kendala pendistribusian beras, termasuk beras untuk warga miskin. “Bulog berkomitmen membantu memperlancar distribusi beras di daerah ini,” ujarnya.

    Agus mengatakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sudah lama menginginkan gudang beras sendiri. Kabupaten pecahan Kabupaten Bengkalis yang baru berumur tujuh tahun itu masih bergantung pada gudang Bulog di Kabupaten Bengkalis.

    Kondisi geografis dua wilayah kabupaten yang terdiri atas pulau-pulau itu menjadi kendala dalam pendistribusian, baik dari sisi transportasi maupun biaya angkut, lantaran harus melalui jalur laut. Akibatnya, distribusi beras selalu mengalami keterlambatan.

    Agus mengatakan keberadaan gudang Bulog tidak semata mengatasi persoalan distribusi beras, tapi turut menggenjot perekonomian daerah. Keberadaan gudang Bulog akan merangsang petani lokal meningkatkan produksi beras yang dapat langsung diserap oleh Bulog. "Jika harus melakukan operasi pasar, kami tidak perlu lagi mencari beras ke daerah lain," ucapnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.