Begini Cara Gubernur NTB Maknai Hari Anak Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain/ adik-kakak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi anak bermain/ adik-kakak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Mataram -Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi mengaku berbahagia dengan pegelaran Hari Anak Nasional di Kota Mataram. Menurut dia, ini adalah sejarah karena kali pertama digelar di luar Istana Kepresidenan.

    "Peringatan hari anak pertama kali di luar istana dan peringatan untuk kebahagian cita-cita besar kepada anak-anak kita," kata Majdi di Lapangan Sangkareyang, Kota Mataram, NTB, Sabtu 23 Juli 2016.

    Majdi pun memaknai perayaan Hari Anak ini secara berbeda. Sebagai seorang muslim, kata Majdi, melihat dua pendekatan untuk memahami anak yakni, anak sebagai pemberian dan anak sebagai amanah atau titipan. "Maka ada tugas dan tanggung jawab kita secara kolektif memastikan anak-anak aman dan menjadikan manusia yang berkontribusi," katanya.

    Majdi menyatakan perayaan Hari Anak Nasional di NTB  menjadi motivasi bagi pemerintah membangun potensi melalui anak-anak di masa mendatang. Ia memprediksi NTB bakal memiliki bonus demografi dengan penduduk mayoritas berusia 15-64 tahun Pada 2020. " Ini penyemangat bagi kami di NTB," kata dia.

    Ia pun menilai langkah nyata pemerintah dalam perlindungan anak semakin nyata. Misalnya, produk hukum Peraturan Perundangan-undangan Nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Menurut dia, pemerintah mengeluarkan produk hukum untuk melindungi dan memberi kepastian anak-anak. " Segala yang mengganggu tumbuh kembang, harus disingkirkan," ujar dia.

    Peringatan Hari Anak Nasional 2016 berlangsung meriah dan menggaet antusiasme dari warga di sekitar Lapangan Sangkareyang. Peserta utama diperuntukan untuk anak-anak yang diberikan payung berwarna merah putih sebagai simbol perlindungan negara untuk anak-anak Indonesia. Orang tua pun harus menjadi penonton.

    Beberapa seremoni diadakan dalam peringatan ini. Di antaranya, penyerahan 11 ribu surat mendorong Presiden Joko Widodo menandatangani FCTC, penyerahan remisi untuk kantor wilayah NTB sebagai keringanan hukuman terhadap anak dan deklarasi penurunan angka perkawinan usia anak oleh 12 kepala daerah.
    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.