Marsekal TNI Agus Supriatna Luncurkan Buku Biografi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Agus Supriatna, saat wawancara dengan Tempo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Agus Supriatna, saat wawancara dengan Tempo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Buku biografi Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Agus Supriatna, yang berjudul Dingo Menembus Limit Angkasa, diluncurkan di Jakarta, Sabtu, 23 Juli 2016.

    Peluncuran buku, yang ditulis dua penulis yaitu Bambang Setiawan dan Budiawan Arifianto, ini berlangsung di Wisma Angkasa, Jakarta. Ini merupakan rumah dinas resmi kepala staf TNI AU sejak jaman dulu, sejak TNI AU dipimpin Laksamana Udara Soerjadie Soerjadarma, pada 1946.

    Inisiator pembuatan buku, Marsekal Pertama TNI (Purnawirawan) Dwi Badarmanto, mengatakan buku dengan tebal 352 halaman ini diterbitkan atas inisiatif dirinya karena menilai ada berbagai sisi Supriatna yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

    "Saya kira ada hal-hal pribadi dari kepala staf TNI AU, yang perlu diketahui," kata mantan kepala Dinas Penerangan TNI AU ini.

    Dia menyebutkan rangkuman perjalanan hidup Supriatna mulai dikerjakan sejak Oktober 2015, dan awalnya akan terbit pada Januari 2016.

    "Rencananya selesai pada Januari 2016 agar bisa menjadi kado ulang tahun Pak Agus, yang lahir tanggal 28 Januari. Namun, karena ada beberapa hal yang tidak bisa disebutkan, buku ini baru dapat diluncurkan hari ini," kata Badarmanto.

    Pengalaman Supriatna paling berkesan selama berdinas sebagai penerbang diceritakan dalam biografi. Ini seperti saat dia menggunakan kursi pelontar untuk menyelamatkan diri dan mendaratkan pesawat tempur tanpa roda.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.