Asosiasi Perusahaan Taksi Sulawesi Selatan Tolak Grab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.COMakassar - Ketua Asosiasi Perusahaan Taksi Sulawesi Selatan Burhanuddin menolak rencana pengoperasian GrabTaxi dan GrabCar di Kota Makassar. Menurut dia, Grab Holdings Indonesia belum memenuhi regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Kami tidak akan membiarkan mereka menjalankan aktivitas bisnis di Makassar sebelum semua syarat dipenuhi," kata Burhanuddin setelah menggelar unjuk rasa penolakan perusahaan Grab di depan Monumen Mandala Makassar, Sabtu sore, 23 Juli 2016.

    Burhanuddin menyatakan manajemen Grab telah melanggar sejumlah syarat sebagai perusahaan angkutan berbasis aplikasi. Menurut dia, perusahaan itu diwajibkan membangun kemitraan dengan organisasi berbadan hukum, seperti koperasi, PT, dan CV. "Misalnya mereka harus masuk keanggotaan di koperasi ataupun Organda. Tapi sampai saat ini perusahaan Grab belum terdaftar," tuturnya.

    Dia mengatakan perusahaan taksi di Makassar tidak ingin diganggu keberadaan taksi-taksi yang berbasis aplikasi. Burhanuddin menilai aktivitas taksi tersebut akan mengganggu suasana tenang perusahaan taksi yang sudah ada lebih dulu di Makassar. "Kami telah menerima pernyataan pihak Grab yang berjanji tidak beroperasi selama regulasi belum jelas," kata Burhanuddin.

    Deputy Head Vertical Grab Makassar Andi Mannuruki, saat dimintai konfirmasi, menyatakan pihaknya tidak akan beroperasi selama regulasi perusahaan berbasis aplikasi itu belum ada. "Kami memahami itu dan saat ini tengah melengkapi semua syarat yang dibutuhkan," ujarnya kepada Tempo.

    Dia mengakui telah membuat pernyataan tertulis tidak akan melakukan aktivitas apa pun sebelum memenuhi hal-hal yang dipersyaratkan. Mannuruki tidak mematok target waktu peluncuran GrabTaxi dan GrabCar tersebut. "Semua masih berproses dan pengurusan administrasi juga belum rampung," tuturnya.

    Mannuruki juga menolak menyebutkan rencana jumlah unit GrabTaxi dan GrabCar yang akan disiapkan. Menurut dia, jumlah armada akan dibahas setelah proses perizinan dan hal lain telah dilengkapi.

    Namun, pada Rabu 27 Juli 2016, manajemen PT Grab Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuka usaha di Makassar, Sulawesi Selatan.   Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia,  menegaskan Grab Indonesia tidak memiliki tidak memiliki hubungan apa pun dengan oknum berinisial ‘T’ yang mengaku sebagai ‘Head Vertical GrabBike PT Grab Holding’ dan ‘A’, yang mengaku sebagai ‘Senior Human Resource Development (HRD) PT Grab Holding.

    "Kami telah melayangkan somasi kepada masing-masing individu untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut dan akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut terhadap individu terkait," katanya.

    "Kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak tertipu dengan pemberitaan atau pun isu yang tidak benar. Ketersediaan layanan Grab, pengumuman resmi, atau pun pertanyaan mengenai layanan kami, dapat dicek dan dipelajari di situs resmi kami, di www.grab.com, dan kami dapat dihubungi di alamat dan informasi kontak yang tertera di situs resmi kami,” kata Ridzki  lagi.

    ABDUL RAHMAN

    CATATAN KOREKSI: Berita ini kami tambahkan dengan informasi baru pada Kamis 28 Juli 2016 berkaitan dengan adanya rilis resmi dari PT Grab Indonesia yang membantah adanya pembukaan usaha Grab di Makassar.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.