Kapolri Tito: Polisi Jalin Hubungan Humanis dengan Publik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komjen Pol Tito Karnavian saat mengikuti pelantikan sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 13 Juli 2016. Tempo/Aditia Noviansyah

    Komjen Pol Tito Karnavian saat mengikuti pelantikan sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 13 Juli 2016. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian menggelar acara bakti sosial dan kesehatan bersama warga Jakarta Barat sebagai bentuk peringatan ulang tahun kepolisian ke-70 di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat. "Kami ingin bangun hubungan baik dengan masyarakat," kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pada Sabtu, 23 Juli 2016.

    Tito mengatakan polisi ingin secara intensif membantu masyarakat melalui berbagi. Caranya, mempertemukan warga mampu dengan warga miskin. Polisi memberi bantuan bahan kebutuhan pokok, nasi kotak, dan pemeriksaan kesehatan.

    Menurut dia, kegiatan ini mendekatkan masyarakat dengan polisi. Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tapi juga secara preventif membangun keamanan dan ketertiban. "Ini senjata lunak untuk mencairkan hubungan dengan masyarakat," tuturnya.

    Tito juga menjelaskan, sebagian besar masyarakat masih berada di kelas menengah ke bawah. Sebagian besar motif kejahatan dilatarbelakangi masalah kesulitan ekonomi.

    Karena itu, polisi ingin terus berbagi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk saling membantu. Dia pun meminta kantor polisi di tiap daerah melakukan kegiatan yang sama. Terlebih, ini diperlukan di sejumlah tempat yang rawan konflik.

    "Saya mengimbau jajaran kepolisian menciptakan hubungan yang humanis dengan masyarakat," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan, ratusan polisi dikerahkan untuk melayani warga Cengkareng yang berdatangan. Dari pemeriksaan kesehatan hingga program KB.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?