Ribuan Anak Minta Jokowi Lindungi Mereka dari Bahaya Rokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyapa anak yatim dan penyandang disabilitas dalam acara buka bersama di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 28 Juni 2016.  Jokowi bergabung di tengah-tengah kerumuman dan berkomunikasi dengan para peserta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi menyapa anak yatim dan penyandang disabilitas dalam acara buka bersama di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 28 Juni 2016. Jokowi bergabung di tengah-tengah kerumuman dan berkomunikasi dengan para peserta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Citra Demi Karina, Ikam Gading Fajar Romadhon, dan Andre Rezky Pratama menyerahkan seratus surat yang mendesak Presiden Joko Widodo menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). 

    Seratus surat ini mewakili lebih dari 11 ribu surat yang ditulis anak dari seluruh Indonesia. Surat tersebut diberikan kepada Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, yang mewakili Presiden Joko Widodo.

    Citra, 22 tahun, mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Indraprasta, mengatakan surat tersebut diinisiasi bersama 20 pemuda dalam forum. Tujuannya mendukung Presiden menyelamatkan anak-anak dari bahaya rokok, termasuk dari iklan-iklan rokok. 

    “Ada 11 ribu surat dari anak seluruh Indonesia agar anak-anak terlindung dari bahaya rokok,” kata Citra, yang aktif di Forum Anak sejak 2011, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 23 Juli 2016.

    Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari menuturkan, dengan aksesi FCTC, Indonesia akan memperketat aturan untuk melindungi anak dari bahaya rokok. 

    Salah satunya menaikkan harga rokok, yang membuat akses anak untuk membeli rokok terbatas. “Melarang iklan, promosi, dan sponsor rokok juga melindungi anak dari target pemasaran industri rokok,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, saat ini Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah perokok aktif sebesar 62 juta penduduk di bawah Cina dan India. 

    Sebanyak 75,7 persen merokok di usia sebelum 19 tahun. Saat ini, kata dia, Indonesia menjadi satu dari tujuh negara yang belum meratifikasi FCTC bersama Andora, Eriteria, Leichestein, Malawi, Monako, dan Somalia.

    Lisda berharap aksi penyerahan sekitar 11 ribu surat secara simbolis kepada Presiden Jokowi ini memberikan perlindungan kepada anak-anak dari dampak konsumsi rokok. Caranya, meratifikasi FCTF. “Sudah sepatutnya Presiden mendengarkan dan mewujudkan harapan dan dukungan anak-anak agar terlindungi dari dampak rokok,” ujarnya.

    Hari ini, Kota Mataram, NTB, menjadi tuan rumah Hari Anak Nasional 2016. Forum Anak Nasional sebelumnya juga digelar pada 19-22 Juli 2016. 

    Forum ini mempertemukan anak berusia hingga 18 tahun untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah, beberapa di antaranya untuk membebaskan anak dari bahaya rokok dan pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.