Kunjunga ke Muna, Anggota DPR Diusir Pendukung Calon Bupati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Hasan Jamali

    AP/Hasan Jamali

    TEMPO.CO, Kendari - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Amirul Tamim dan Arteria Dahlan bersama rombongan Badan Pengawas Pemilu dihadang demonstran di  Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Jumat 22 Juli 2016. Mereka adalah pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Baharudin - La Pili.

    Mereka mencegat rombongan dan memaksa Arteria beserta kawan-kawannya turun dari kendaraan. Keributan sempat terjadi. Namun anggota Komando Distrik Militer (Kodim) Muna 1416 langsung mengevakuasi tamu-tamu itu ke markas Kodim.

    "Ada apa kok ada tim pendukung salah satu pasangan ikut menjemput rombongan di Pelabuhan Tampo," ujar Laode Khadafi Manggito, salah satu pengunjuk rasa. Khadafi menilai para politikus pusat itu berpihak pada pasangan yang menjadi rival Baharudin-La Pili, yakni pasangan Rusman Emba-Malik Ditu.

    Semula rombongan hendak menuju rumah jabatan Bupati Muna untuk audensi terkait kondisi Pilkada  Muna yang terus gaduh. Namun massa memaksa rombongan kembali ke Kendari. Rombongan pun memilih pulang dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
    Khadafi mengatakan penghadangan dilakukan secara spontan.

    Arteria Dahlan menyesalkan  penghadangan itu. Menurut anggota Komisi II DPR itu, kunjungan ke Muna  merupakan agenda resmi untuk memantau dan mengevaluasi setelah dua kali pemilihan suara ulang. “Kami datang ingin menyelesaikan, bukannya memperkeruh suasana," kata Arteria.

    Kepala Kepolisian Resor Muna Ajun Komisaris Besar Yudith S. Hananta mengakui polisi kecolongan sehingga aksi penghadangan itu sampai terjadi. "Saya tidak tahu ada aksi seperti itu, kami kecolongan,” ujar Yudith dengan nada datar.

    Dari pantauan Tempo, aksi yang dilakukan pendukung pasangan Baharudin-La Pili di dominasi oleh para ibu-ibu. Massa juga sempat melarang wartawan meliput.

    Kabupaten Muna belum memiliki kepala daerah defenitif. Pilkada 9 Desember 2015 terus menyisakan polemik hingga berujung pelaksanaan dua kali pemungutan suara ulang. Pemungutan suara kedua yang berlangsung pada 19 Juni 2016 juga masih belum memutuskan siapa pemenangnya.



    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.