Kapolres Bengkulu Dipukul Narapidana, KPLP Jadi Tersangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.COBengkulu - Penyidik Kepolisian Resor Bengkulu menetapkan sembilan narapidana dan dua sipir, termasuk Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bentiring Kelas II-A Kota Bengkulu berinisial HT, sebagai tersangka. KPLP ditetapkan sebagai tersangka karena menghalangi petugas saat akan melakukan razia narkoba di dalam penjara pada Kamis malam lalu, 21 Juli 2016.

    "Dia menolak membukakan pintu sel penjara," kata Kepala Polres Bengkulu Ajun Komisaris Besar Ardian Indra Nurinta, Jumat, 22 Juli 2016.

    Menurut dia, awalnya petugas lembaga pemasyarakatan enggan membukakan pintu sel penjara saat polisi hendak melakukan razia. Namun, secara mendadak, sipir membuka semua pintu sel sehingga semua tahanan keluar dari kamar dan penjara menjadi heboh. 

    Kapolres yang ikut masuk ke penjara sempat dipukuli para napi. Mereka memaksa polisi keluar dari area kamar tahanan.

    Ardian berujar, dalam tes urine yang dilakukan polisi, KPLP terbukti positif menggunakan narkoba. Sedangkan para napi narkoba positif mengkonsumsi amphetamine.

    Dalam razia berujung rusuh itu, kata Ardian, polisi menyita 140 telepon seluler, 12 gram sabu, buku tabungan, buku catatan, korek api, dan 9 alat isap sabu.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.