Festival Layang-layang untuk Kampanye Bahaya Asap Rokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat layang-layang yang diterbangkan saat Festival Layang-Layang Internasional dalam rangka Sanur Village Festival 2015 di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, 28 Agustus 2015. Ratusan layang-layang kreasi untuk memeriahkan Sanur Village Festival 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pengunjung melihat layang-layang yang diterbangkan saat Festival Layang-Layang Internasional dalam rangka Sanur Village Festival 2015 di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, 28 Agustus 2015. Ratusan layang-layang kreasi untuk memeriahkan Sanur Village Festival 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COYogyakarta – Paguyuban Guyub Bocah Jawa Tengah-DIY akan menggelar kampanye tentang bahaya asap rokok bagi anak-anak dan kesehatan melalui Festival Layang-layang di Dusun Grenjeng, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, pada 24 Juli 2016.

    Kampanye sebagai dukungan terhadap Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau alias Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut baru kali ini menggunakan media layang-layang. “Karena layang-layang banyak dimainkan segala umur, baik anak-anak maupun dewasa,” kata Koordinator Umum Guyub Bocah Jawa Tengah-DIY Ruri Putri Kiswanto saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Juli 2016.

    Ruri menjelaskan, kampanye tentang bahaya rokok bagi anak dan kesehatan tersebut dilatarbelakangi hasil survei paguyuban itu di dua sekolah dasar di Kadilajo. Hasilnya, 70 persen dari sekitar 200 anak SD itu pernah melihat guru-guru mereka merokok di sekolah. “Komentar mereka saat mengisi kuesioner adalah bingung dan sedih,” ujarnya.

    Bukan hanya di sekolah, anak-anak pun melihat anggota keluarganya yang merokok di rumah. Seperti ayah, kakek, ataupun kakak. “Ada 60 persen anak yang mengaku pernah disuruh ayahnya membeli rokok,” tuturnya.

    Layang-layang yang nantinya diikutkan dalam festival ini berukuran 50 x 50 sentimeter. Bahannya menggunakan barang bekas dengan persentase 50 persen. Selain itu, layang-layang tersebut diberi tulisan atau visual yang berisi dukungan terhadap FTC dengan mencantumkan #KerenTanpaRokok. Peserta bisa dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY. “Sudah ada 400-an orang yang memberi konfirmasi, seperti dari Klaten, Kulon Progo, Karanganyar, dan Boyolali,” kata Ruri.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?