Suap Kasus Saipul Jamil, KPK Periksa Legislator Gerindra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Sarehwiyono, dalam kasus suap terkait dengan perkara Saipul Jamil. Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

    "Bagian dari pengembangan penyidikan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Juli 2016. Priharsa mengatakan Sarehwiyono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rohadi, panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

    Perkara suap ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK pada Rabu, 15 Juni lalu. KPK mencokok Rohadi bersama kakak kandung artis dangdut Saipul Jamil bernama Samsul Hidayatullah serta dua pengacara Saipul Jamil, yakni Berthanatalia dan Kasman Sangaji. Keempatnya pun dijadikan tersangka dalam perkara suap ini.

    KPK juga menyita uang yang diduga merupakan suap sebesar Rp 250 juta. Duit ini diduga untuk meringankan hukuman Saipul Jamil dalam perkara pencabulan yang kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam perkara pencabulan tersebut, Saipul dihukum 3 tahun penjara. Hukuman ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum selama 7 tahun penjara.

    Sebelumnya, kuasa hukum Saipul Jamil, Nazaruddin Lubis, mengatakan duit Rp 250 juta itu bukan untuk menyuap Rohadi. Sebab, uang diberikan setelah hakim membacakan amar putusan kasus pelecehan seksual Saipul Jamil. “Kalau kami lihat, ini termasuk dalam gratifikasi aktif," ujar Nazarudin di gedung KPK, Senin, 20 Juni lalu.

    Selain memeriksa Sarehwiyono, KPK juga memeriksa empat hakim PN Jakarta Utara yang menyidangkan kasus pencabulan Saipul Jamil. Mereka adalah Hasoloan Sianturi, Sahlan Effendi, Jootje Sampaleng, dan Dahlan. Keempatnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syamsul Hidayatullah.

    AKMAL IHSAN | RUSMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.