Survei SMRC: Mayoritas Pendukung PDIP Pilih Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara peluncuran buku

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara peluncuran buku "Megawati dalam Catatan Wartawan: Menangis & Tertawa Bersama Rakyat" di gedung Arsip Nasional, Jakarta, 23 Maret 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Program Saiful Mujani Research and Colsunting (SMRC), Sirojudin Abbas, mengatakan mayoritas pendukung PDIP masih mengharapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi gubernur DKI Jakarta.

    Dari jumlah pemilih PDI Perjuangan sebesar 25,6 persen, sebanyak 81 suara menginginkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi Gubernur Jakarta kembali. "Ini menunjukan pendukung PDIP ingin Ahok jadi gubernur lagi," kata Sirojudin, kemarin.

    Nama Ahok mengungguli empat nama calon lain yang masuk dalam survei yaitu Tri Rismaharini, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, dan Sjafrie Sjamsoeddin dengan masing-masing tingkat keterpilihan sebanyak 7 suara, 6 suara, 2 suara, dan 1 suara.

    Baca juga: Ahok Butuh Setahun, Sjafrie Jumatan Sejam Dapat 7 Persen

    Hal yang sama pun terjadi pada pendukung Gerindra, sebanyak 37 pendukung Gerindra memilih Ahok. Sedangkan 32 orang memilih nama Yusril Ihza Mahendra. "Ini menarik karena dulu Ahok juga berasal dari Gerindra," kata Sirojudin.

    Tapi, nama Ahok anjlok di kalangan pendukung partai berbasis Islam seperti PKS dan PPP. Pendukung PPP, lebih banyak memilih nama Yusril Ihza Mahendra ketimbang Ahok. Sebanyak 39 suara memilih Yusril sedangkan Ahok hanya mendapat 28 suara. Nama Ahok juga surut di kalangan pendukung PKS. Ahok dipilih oleh 25 suara sedangkan Yusril 34 suara. "Tapi tak signifikan. Isu SARA tidak memengaruhi dukungan kepada Ahok," ujar Sirojudin.

    Dalam survei, sebanyak 48 persen responden menyatakan tidak setuju jika pemimpin umat islam harus berasal dari agama islam juga. Sedangkan yang setuju sebanyak 29 persen. Sisanya sangat setuju, sangat tidak setuju, dan setuju masing-masinh 12 persen, 2 persen, dan 8 persen.

    Elektabilitas Ahok pun dinilai masih tetap tinggi meski nantinya beralih ke jalur partai politik. Sebanyak 58, 5 persen menjawab setuju tetap memilih jika Ahok melipir ke PDI Perjuangan tanpa dukungan Teman Ahok. Sedangkan 28,3 persen tidak akan memilih Ahok jika beralih ke parpol PDI Perjuangan. "Pemilih tak mempersoalkan siapa yang akan mencalonkan Ahok," ujar Sirojudin.

    Elektabilitas Ahok masih tinggi, kata Sirojudin, lantaran kinerja Ahok yang dianggap mumpuni oleh masyarakat Jakarta.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih jadi favorit. Dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), jika  pemilu dilakukan saat ini partai yang akan dipilih adalah PDI Perjuangan.

    Dalam survei yang dilakukan pada 24-29 Juni 2016, responden yang memilih PDIP sebanyak 25,6 persen. Diikuti oleh Gerindra, PPP, PKS, Golkar, dan Demokrat dengan masing-masing persentase 11,4 persen, 7 persen, 6,6 persen, 5,8 persen, dan 5,1 persen.

    Survei dilakukan dengan melibatkan 820 responden di wilayah Jakarta.Dari 820 responden, respond rate hanya 646 responden atau 78,8 persen sedangkan margin of error 3,9 persen.

    DEVY ERNIS|AKMAL IHSAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.