Jika Pilkada Sekarang, Independen atau Parpol, Ahok Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-kan: Nusron Wahid Anggota DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin Partai Demokrat, Muhammad Taufik Gerindra, Ahmad Basarah PDIP, Raja Julia Antoni Partai Solidaritas Indonesia, Peneliti SMRC Sirojudin Abbas. Saiful Mujani Research and Consulting meluncurkan hasil penelitian terhadap kecenderungan pemilih Jakarta dalam Pilkada Gubernur 2017, Jakarta, 21 Juli 2016. Tempo/Akmal

    Ki-kan: Nusron Wahid Anggota DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin Partai Demokrat, Muhammad Taufik Gerindra, Ahmad Basarah PDIP, Raja Julia Antoni Partai Solidaritas Indonesia, Peneliti SMRC Sirojudin Abbas. Saiful Mujani Research and Consulting meluncurkan hasil penelitian terhadap kecenderungan pemilih Jakarta dalam Pilkada Gubernur 2017, Jakarta, 21 Juli 2016. Tempo/Akmal

    TEMPO.COJakarta - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, mengatakan hasil penelitian yang dilakukan lembaganya menunjukkan, secara umum, responden tidak mempersoalkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan diusung melalui jalur partai atau independen dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

    "Ahok mau independen atau koalisi partai, sama-sama dapat dukungan publik," kata Sirojodin di Jakarta, Kamis, 21 Juli 2016.

    Baca juga: Foto Susi Kepalkan Tangan ke Ahok di Istana, Ada Apa?  

    Sirojudin mengatakan survei dilakukan terhadap 820 responden warga DKI Jakarta yang dipilih secara acak pada mereka yang punya hak pilih, berumur 16 tahun, atau sudah menikah saat survei dilakukan. Tingkat toleransi kesalahan sebesar 3,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    SMRC melakukan dua kali uji. Uji pertama, dari 216 sampel yang dipilih secara acak, 54,7 persen akan memilih Ahok jika maju melalui jalur independen, 31,7 persen tidak memilih, dan 13,6 persen tidak tahu. Sedangkan jika diusung PDI Perjuangan, dari 221 sampel yang diuji, 58,5 persen memilih Ahok, 28,3 persen tidak memilih, dan 13,3 persen tidak tahu.

    Sedangkan uji kedua dilakukan dengan metode yang sama dan menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. "Artinya, secara sederhana, bisa disimpulkan bahwa Ahok mau independen atau koalisi partai sama-sama dapat dukungan publik. Setidaknya sampai survei ini dilakukan, enggak tahu ke depan," ujar Sirojudin.

    AKMAL IHSAN | ANGGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.