Kemenlu Gencarkan Upaya Pembebasan Sandera WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyambut kedatangan empat warga negara Indonesia yang sempat disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, 13 Mei 2016. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyambut kedatangan empat warga negara Indonesia yang sempat disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, 13 Mei 2016. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan upaya penyelamatan 10 sandera warga negara Indonesia terus berlangsung. Mereka merupakan korban penculikan dalam dua kejadian berbeda, yaitu 7 orang di Perairan Sulu, Filipina, pada 21 Juni 2016, dan 3 orang di Perairan Lahad Datu, Sabah, pada 9 Juli.

    "Ini upaya kompleks, (penyelamatannya) butuh waktu untuk direalisasi. Perlu diingat, prosesnya panjang sehingga tak bisa semuanya kami sampaikan ke publik," ujar Arrmanatha di Kompleks Kemenlu, Pejambon, Jakarta, Kamis, 21 Juli 2016.

    Menurut Arrmanatha, komunikasi dengan pihak yang terkait dengan upaya penyelamatan itu terus berjalan. Pihak terkait, ujar Arrmanatha, bukan hanya pemerintah Filipina, tapi juga perusahaan pemilik kapal, serta tokoh masyarakat daerah setempat.

    "Dalam hal ini, kami terus berkomunikasi dengan berbagai pihak di Mindanao (Filipina Selatan). Bila ada perkembangan, tentu akan disampaikan oleh Bu Menlu," kata Arrmanatha.

    Arrmanatha mengatakan 7 WNI awak Kapal Charles 001 terpantau dalam kondisi sehat. Komunikasi dengan mereka, kata dia, lebih banyak dilakukan perusahaan pemilik kapal, yaitu PT Rusianto Bersaudara.

    Dia menuturkan ketujuh WNI sempat terindikasi lelah. "Mereka tak berada dalam situasi normal, terkesan lelah dari bicaranya (saat berkomunikasi lewat telepon)."

    Arrmanatha belum memiliki informasi baru mengenai 3 sandera lain. Mereka adalah awak kapal ikan berbendera Malaysia yang diculik di Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

    Kemenlu RI, saat ini sudah menfasilitasi keberangkatan perwakilan keluarga ketiga WNI itu ke Malaysia, serta mendorong perusahaan pemilik kapal agar bertanggung jawab dalam proses pembebasannya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.