Berkas Perkara Vaksin Palsu Diserahkan ke Kejaksaan Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya (kiri) dan KepalaBiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto menjelaskan tentang penangkapan tersangka pembuat dan penyalur vaksin palsu di Mabes Polri, Jakarta, 23 Juni 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya (kiri) dan KepalaBiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto menjelaskan tentang penangkapan tersangka pembuat dan penyalur vaksin palsu di Mabes Polri, Jakarta, 23 Juni 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri akan melimpahkan berkas perkara tersangka vaksin palsu ke Kejaksaan Agung pada Jumat, 22 Juli 2016. Perkara para tersangka ini dibagi atas empat berkas. "Besok akan kami kirim berkasnya ke Kejaksaan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya di lobi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Juni 2016.

    Pembagian berkas ini berdasarkan kelompok atau jaringan tersangka pembuat hingga penjual vaksin palsu. Tujuannya untuk memudahkan proses persidangan.

    Penyidik akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk melihat fakta hukum dan pembuktian perkara tersebut. "Kami berharap kasus ini segera ke pengadilan dan disidangkan," ujar dia.

    Dalam catatan satuan tugas penanganan vaksin palsu, ada empat kelompok produsen alias pembuat vaksin palsu, yakni Nuriani, Syafrizal dan Iin Suliastri, pasangan suami-istri Rita Agustina dan Hidayat, serta Agus Priyanto.

    Sampai saat ini, Bareskrim telah menetapkan 23 tersangka dalam kasus vaksin palsu. Mereka terdiri atas 6 orang produsen vaksin palsu, 9 distributor, 2 pengumpul botol bekas vaksin, 1 pencetak label atau kemasan, 2 bidan, serta 3 dokter.

    Bareskrim sudah memeriksa saksi terkait dengan perkara ini. Tujuh orang di antaranya adalah saksi ahli hukum pidana, Lembaga Perlindungan Konsumen, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Kementerian Kesehatan. "Kesaksian mereka membuat utuh berkas perkara penyidik," kata Agung.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.