PDIP Umumkan Bakal Calon Gubernur DKI Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein (Wanita Emas) mengikuti penjaringan calon gubernur dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein (Wanita Emas) mengikuti penjaringan calon gubernur dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hari ini akan mengumumkan hasil fit and proper test bakal calon Gubernur DKI Jakarta.

    “Sekjen DPP PDIP yang tahu persis dan berwenang mengumumkan,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP Gembong Warsono saat dihubungi lewat telepon, Kamis, 21 Juli 2016.

    Gembong tidak mengetahui secara pasti, apakah PDIP hari ini hanya mengumumkan nama yang lolos fit and proper test atau sudah mengerucut ke sejumlah nama. “Silakan tanya Sekjen, kualat saya nanti.”

    Gembong menjelaskan, tahapan seleksi dilakukan selama satu hari penuh. Selain itu, ada dua tahapan yang harus dilalui bakal calon, yakni psikotes yang berkaitan dengan kepribadian seseorang serta tes pemahaman tentang partai, keberpihakan pada masyarakat, dan program-program yang akan dijalankan.

    Mengenai penilaian dari dua tes itu, Gembong menjelaskan, keduanya memiliki porsi yang berimbang, artinya tak ada yang lebih dominan satu sama lain. “Intinya komprehensif penilaiannya,” ujarnya.

    Dari penuturan Gembong, diketahui ada kriteria yang ditentukan PDIP. Kriteria itu adalah elektabilitas, sosok, dan pola kepemimpinan. “Ini dilakukan untuk memperkecil subyektivitas dan meningkatkan obyektivitas.”

    Sejumlah nama mengikuti seleksi yang digelar PDIP, antara lain Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Hasnaeni. Ketika ditanyai, apakah nama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ada dalam daftar, Gembong menjawab, nama itu tak ikut seleksi. “Sampai hari ini tidak mendaftar.”

    DIKO OKTARA

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.