Konferensi Perkotaan PBB di Surabaya, Hindari Lewat Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indahnya Jembatan Kenjeran, Surabaya dengan air mancur menari pada saat petang. TEMPO/Muhammad Syarafah

    Indahnya Jembatan Kenjeran, Surabaya dengan air mancur menari pada saat petang. TEMPO/Muhammad Syarafah

    TEMPO.CO, Surabaya - Dinas Perhubungan Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama berlangsungnya konferensi perkotaan PBB, yakni Prepcom III UN Habitat yang digelar 25-27 Juli 2016.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajat  mengatakan ada beberapa acara selama Prepcom III ini yang perlu diwaspadai karena berimbas pada kepadatan lalu lintas. "Kami mengimbau masyarakat untuk melewati beberapa jalan karena ini ada prioritas bagi delegasi dari luar negeri," kata Irvan di Surabaya, Rabu, 20 Juli 2016.

    Menurut Irvan, akan ada ribuan delegasi dari 193 negara yang hadir di Surabaya. Situasi itu tentunya akan berimbas pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Apalagi, kata dia, para delegasi tersebut tidak hanya akan bersidang di Grand City Convex & Mall sebagai lokasi acara perhelatan. Tapi juga diajak berkeliling menikmati pesona Kota Surabaya melalui paket kunjungan.

    Guna mengantisipasi adanya kepadatan lalu lintas (Lalin) di sejumlah ruas jalan yang berdekatan dengan lokasi sidang, lanjut dia, Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti contra flow (melawan arus) dan juga akan menutup beberapa ruas jalan pada jam-jam tertentu.

    Menurut Irvan, ada empat event yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. Agenda pertama adalah welcome dinner yang digelar di halaman Taman Surya pada Senin 25 Juli 2016 dari mulai pukul 18.00 WIB.

    Agenda sambutan selamat datang dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang estimasinya akan diikuti oleh 2.500 peserta. Nantinya, delegasi yang mengikuti welcome dinner, akan berjalan dari Grand City menuju Taman Surya melalui Jalan Wali Kota Mustajab dan Jalan Sedap Malam.

    Baca juga:
    Kampung Genteng, Wisata Eco Tourism Andalan Surabaya
    Konferensi Perkotaan PBB, Surabaya Gelar Tujuh Festival

    Untuk itu, Jalan Wali Kota Mustajab akan ditutup mulai pukul 16.00 WIB. Warga disarankan menghindari Jalan Jaksa Agung Suprapto karena akan dijadikan lokasi parkir. Termasuk juga Jalan Sedap Malam sisi Utara, Jalan Jimerto, Jalan BKR Pelajar dan Jalan Wijaya Kusuma.

    Sebelum welcome dinner, pada Minggu, 24 Juli 2016 pagi akan digelar Car Free Day dan fun bike yang akan diikuti oleh delegasi Prepcom III. Agenda yang dimulai pukul 06.00 WIB ini akan mengambil rute, start dari Taman Surya-Walikota Mustajab-Pemuda-Panglima Sudirman-Urip Sumoharjo-Raya Darmo-Putar Balik (depan Taman Bungkul) kembali ke Taman Surya.

    Selain itu juga ada Festival Kali Mas yang dimeriahkan dua agenda, yakni Lomba Perahu Naga dan Fashion Parade Perahu Hias. Serta, Festival Tunjungan di sepanjang Jalan Tunjungan pada 25-26 Juli yang akan menyuguhkan berbagai acara seperti Festival Kuliner Tunjungan, rias wajah remo, tari remo massal, fashion on the street, komedi tradisional dan Merdeka dari Sampah. Acara tersebut akan berlangsung mulai puul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

    "Sebenarnya, acara di Jalan Tunjungan sudah sering. Tetapi biasanya pas hari libur. Ini nanti hari kerja. Karena itu, nanti di sana kami akan melakukan contra flow (melawan arus)," katanya.

    Meski arus lalu lintas di beberapa ruas jalan akan lebih padat, Irvan mengimbau agar warga Kota Surabaya bisa memaklumi. Karena memang, agenda Prepcom III ini merupakan agenda spesial dari PBB yang hanya digelar dalam rentang 20 tahun sekali. Apalagi, agenda yang dihadiri sekitar 4.000 tamu ini juga bisa menjadi promosi efektif bagi Kota Surabaya untuk lebih dikenal di kancah global.

    "Kami harap masyarakat bisa memaklumi, terlebih juga bisa ikut menikmati karena agenda ini merupakan promosi Surabaya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.