Punya Kain Tenun, NTB Diminta Tidak Latah Bikin Batik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaskia Sungkar belajar membuat kain tenun di Desa Sade, Lombok. Ia akan menampilkan busana muslim dalam show bertema From Lombok to New York. Instagram.com/@Zaskiasungkar15

    Zaskia Sungkar belajar membuat kain tenun di Desa Sade, Lombok. Ia akan menampilkan busana muslim dalam show bertema From Lombok to New York. Instagram.com/@Zaskiasungkar15

    TEMPO.COMataram - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Kalla meminta para perajin mengembangkan tenun Nusa Tenggara Barat (NTB).  Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla itu meminta para perajin tidak ikut-ikutan daerah lain mengembangkan batik. 

    "Sebab, batik milik Jawa," kata Mufidah di depan pengurus Dekrasnas Daerah NTB di pendopo Gubernuran NTB, Rabu, 20 Juli 2016, siang. Mufidah berada di Mataram sewaktu mengikuti perjalanan kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Pulau Sumbawa.

    Didampingi Ketua Dekranasda NTB Erica Zainul Majdi dan istri Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, Mufidah bertemu dengan para pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-Pulau Lombok yang mengalami pergantian karena adanya pergantian empat kepala daerah. 

    Di NTB, terdapat tenunan lokal songket, dari Lombok, Sumbawa, hingga Bima. Tenunan tersebut dibuat kaum perempuan di kampung-kampung. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Provinsi NTB ikut mengembangkan batik Sasambo (Sasak Samawa Mbojo), yang merupakan kreativitas lokal, di sekolah menengah kejuruan. 

    Mufidah berpesan agar para perajin mengembangkan tenunan daerah NTB yang dinilai sudah bagus. “Hendaknya di daerah tidak latah meributkan motif batik yang akan dikembangkan di sini,” katanya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.