Bupati Purwakarta Sibuk Promosikan Film Rudy Habibie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi berfoto akrab bersama sutradara Hanung Bramantyo di sela-sela pemutaran film Rudi Habiebie besutan Hanung di Megamall Bekasi, 17 Juli 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi berfoto akrab bersama sutradara Hanung Bramantyo di sela-sela pemutaran film Rudi Habiebie besutan Hanung di Megamall Bekasi, 17 Juli 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Karawang - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku sedang sibuk mempromosikan film Rudy Habibie. Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu menargetkan 10 ribu penonton untuk film besutan Hanung Bramantyo tersebut.

    "Film ini amat penting karena memberikan pesan yang positif kepada masyarakat," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Blitz Megaplex, Karawang Vestifal Walk, Selasa malam, 6 Juli 2016.

    Dedi juga menyoroti pesan pluralisme yang dibawa oleh film tersebut. Menurut Dedi, Habibie adalah sosok yang pluralis. Tergambar dari adegan ketika Habibie muda sholat di dalam salah satu gereja di Jerman. Ketika melanjutkan studi teknik penerbangan di RWTH Aachen, Jerman Barat pada tahun 1950an, Habibie terpaksa sholat di dalam gereja karena tidak ada masjid di Aachen.

    "Film itu membawa pesan pluralisme. Tadi digambarkan bahwa masjid, gereja, dan apapun namanya dibangun oleh orang yang memiliki keinginan untuk beribadah kepada Tuhan.
    Pertanyaannya adalah Berarti Tuhannya kan sama. Yang ada adalah perbedaan dalam bahasa-bahasanya," ujar Dedi.

    Dedi mengaku menyimak adegan ketika Romo Mangunwijaya menyapa Habibie muda yang baru kelar shalat di dalam gereja. Dedi pun mengutip pesan Romo Mangunwijaya dalam film itu. Dedi mengatakan mengatakan adaikata orang memahami tentang Tuhan yang sebenaranya, bisa jadi masjid gereja tidak penting ketika semua orang menganggap seluruh alam ini adalah tempat ibadah. "Itu kan hanya simbol aja sebenarnya. Tempat ibadah hanya simbol untuk mengelompokkan orang," kata Dedi.

    Malam itu, Dedi mentraktir banyak orang untuk menonton film Rudy Habibie. Ia tampak duduk bersebelahan dengan Bupati Karawang, Cellia Nurrachadiana di kursi penonton. Beberapa pejabat, pns juga turut hadir. Puluhan petugas kebersihan juga ditraktir nonton film tersebut. Selain di Karawang Dedi juga pernah menggelar acara serupa di Bekasi. "Kami menargetkan 10 ribu orang untuk menonton film ini. Ya salah satunya ke Karawang," kata Dedi.

    Fredy Kurniawan, Cinema Manager Blitz Megaplex Karawang, mengaku senang dengan rencana Bupati Dedi. Ia berjanji akan memberikan pelayanan terbaik bagi para penonton. "Kami bersyukur sekali kalau ada penonton ke sinema kami. Hal itu bisa melampaui target penonton film Rudy Habibie," kata dia.

    Menurut Fredy, antusias pengunjung bioskop untuk menonton film lokal mulai bangkit. Bahkan angka penonton film Rudy Habibie di Karawang sudah mencapai 15 ribu penonton sejak lebaran. "Dalam sehari, rata-rata seribu orang menonton film Rudy Habibie," kata Fredy.

    Menurut dia, para penonton berasal dari berbagai wilayah sekitar karawang mulai dari Bekasi, Purwakarta, Cikarang, bahkan dari Subang.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.