Cerita Ruhut Ketika Ramadhan Pohan Minta Tolong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat dengan tersangka  Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ekspresi politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat dengan tersangka Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menceritakan kondisi Ramadhan Pohan pada Selasa, 19 Juli 2016. Sebelum dibawa polisi, Ramadhan sempat mengirimi pesan pendek permintaan bantuan.

    "Bang, aku di Cikini, ada reserse dari Polda Sumut. Tolong abang telepon balik Kapolda," tulis Ramadhan dalam pesan pendek yang dituturkan Ruhut kepada Tempo, Rabu, 20 Juli 2016.

    Namun Ruhut malah menasihatinya. Ia meminta Ramadhan menghadapi masalahnya tersebut. "Kalau tidak salah, kenapa tidak dihadapi saja. Hormati kepolisian," ucapnya.

    Ruhut berujar, kasus ini bermula saat Ramadhan kalah dalam pemilihan Wali Kota Medan setahun lalu. Sejak itu, Ramadhan kerap dikejar penagih utang. Meski begitu, berdasarkan pengakuan Ramadhan, ia merasa tidak pernah berutang. "Dia kalah, disuruh bayar utang," tutur Ruhut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

    Ruhut menceritakan kembali percakapannya dengan Ramadhan kala itu. Menurut Ruhut, saat pencalonan, ada tim sukses Ramadhan yang ingin membantunya sebagai penyandang dana. Namun di antara mereka tak pernah ada surat perjanjian resmi.

    "Sudah kalah, dia dibilang utang. Tapi enggak sebesar yang disebutkan. Kaget dia senilai itu, di bawah 5 M. Itulah, hati-hati main-main dengan rentenir. Saya bilang, jangan main api, nanti terbakar," ucap Ruhut.

    Ruhut mengatakan sudah menasihati Ramadhan agar menghadapi debt collector itu kalau merasa tidak bersalah. Apalagi mereka mengaku sebagai anggota tim sukses.

    Ruhut berujar, partainya tidak akan mengintervensi kasus yang sedang menimpa Ramadhan tersebut. Menurut dia, sudah ada pakta integritas, bila kader memiliki masalah pribadi, penyelesaiannya tanpa intervensi partai.

    Ruhut menambahkan, bagi siapa pun yang sudah berstatus tersangka, partainya tidak segan memberhentikannya. Menanggapi kasus ini, Ruhut menyarankan Ramadhan bersikap kooperatif dengan kepolisian.

    AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.