DPR Sahkan Komisioner Baru KPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mengesahkan sembilan calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masa bakti 2016-2019.

    "Apakah laporan Ketua Komisi 1 mengenai hasil uji kelayakan calon anggota KPI dapat disetujui?" kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku pemimpin sidang di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016. "Setuju," jawab para peserta sidang.

    Sembilan komisioner terpilih tersebut adalah Nuning Rodiyah, Sudjarwanto Rahmat Muh Arifin, Yuliandre Darwis, Ubaidillah, Dewi Setyarini, H. Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio.

    Komisi Informasi DPR selama dua hari sejak Senin lalu menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 27 nama yang diserahkan panitia seleksi. Keputusan sembilan nama yang terpilih itu dilalui lewat mekanisme voting malam tadi.

    Sebelum palu pengesahan diketuk oleh Fadli Zon, anggota Komisi Hukum DPR dari Partai Nasional Demokrat, Akbar Faizal, mengajukan interupsi. Ia mengkritisi terpilihnya Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI periode lalu, Sudjarwanto Rahmat Arifin.

    Menurut Akbar, KPI periode lalu tidak mampu memberikan konten tayangan yang baik bagi generasi muda. "Pada masa jabatan lalu, (KPI) tidak hadir sama sekali untuk menunjukkan apa yang harus didapatkan anak-cucu kami," ujarnya.

    Kader Partai NasDem ini meminta KPI lebih berfokus memikirkan konten yang ditayangkan di media ketimbang isu-isu kepemilikan media. "Selamatkan anak kami, keluarga kami. Soal kepemilikan, saya tahu apa yang terjadi," tuturnya.

    Anggota Komisi Penyiaran dari Fraksi Golkar, Tantowi Yahya, mengatakan Sudjarwanto hanya satu-satunya inkumben yang terpilih. Ia terpilih karena memenuhi seluruh persyaratan.

    AHMAD FAIZ


  • KPI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.