PDIP: Sembilan Nama Komisioner KPI Lebih Baik daripada Sebelumnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai PDI Perjuangan, Evita Nursanty, menilai, sembilan komisioner terpilih Komisi Penyiaran Indonesia periode 2016-2019 merupakan yang terbaik. Bahkan kesembilannya dinilai lebih baik daripada kepengurusan sebelumnya.

    "Ini lebih baik dari calon sebelumnya karena kami melihat mereka selama fit and proper test," kata Evita di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Juli 2016. Sembilan nama ini bakal diajukan ke rapat paripurna DPR pada Rabu, 20 Juli 2016.

    Evita yakin, keputusan Komisi Informasi DPR tersebut tidak mungkin digugat. Sebab, proses seleksi berlangsung adil. "Kami yakin 27 calon itu mampu semua sehingga bingung pilih yang mana," ujarnya. "Setiap fraksi punya pandangan masing-masing, seperti PDI-P maunya (komisioner) yang sama dengan kami."

    Evita berharap, sembilan komisioner terpilih berintegritas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. Namun tetap tidak melupakan kepentingan industri. Selain itu, mereka berkewajiban menjaga komitmen komisioner saat memasuki tahun politik. "Jangan sampai lupa kita ini perlu industri."

    Komisi Informasi DPR akhirnya memutus sembilan nama terpilih untuk menjadi awak KPI selama 3 tahun. Mereka adalah Nuning Rodiyah, Sudarwanto Rahmat Arifin, Yuliandrie Darwis, Ubaidillah, Dewi Setyarini, H. Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio.

    Selanjutnya, sembilan nama ini akan dibawa ke rapat paripurna. "Nama ini kami bawa ke rapat Paripurna besok (Rabu, 20 Juli 2016)," kata Ketua Komisi Hukum Abdul Kharis.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.