Pilkada DKI, Ahok: Saya Tidak Takluk dengan Parpol Mana pun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan merayakan ulangtahun Ahok di Pendopo Balai Kota DKI, 26 Juni 2016. TEMPO/Fauzy Dzulfiqar Anas.

    Sejumlah relawan merayakan ulangtahun Ahok di Pendopo Balai Kota DKI, 26 Juni 2016. TEMPO/Fauzy Dzulfiqar Anas.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan dirinya tidak akan menerima risiko politik apapun jika ia pada akhirnya memilih jalur partai atau independen untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017.

    "Enggak ada risiko politik. Enggak ada hitung-hitungan, makanya kami cuma ketemuan, ini soal harga-menghargai saja," kata gubernur yang memiliki panggilan akrab Ahok itu di Balai Kota, Selasa,19 Juli 2016.

    Basuki mengklaim dirinya dikenal sebagai sosok yang tidak bisa dipengaruhi oleh partai politik manapun. Ahok bercerita saat menjadi kader beberapa partai,  ia cenderung berjalan sesuai kehendaknya. Misalnya, saat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Indonesia Baru (PIB), Ahok mengundurkan diri lantaran pemikirannya tidak cocok lagi dengan kebijakan partai.

    "Begitu sudah enggak cocok, saya berhenti saja keluar dari partai. Dari Gerindra enggak cocok sama pikiran saya, saya berhenti saja," kata Ahok. "Jadi, saya enggak pernah takluk sama parpol manapun."

    Menurut Ahok, dia hanya akan takluk pada kepentingan rakyat. Sehingga, selama partai politik sudah tidak mengikuti kepentingan rakyat maka akan ia tinggalkan. Bagi Ahok, jalur independen adalah satu cara untuk mengukur partai apakah mereka akan mengikuti kehendak rakyat atau tidak.

    Baca: Partai atau Independen, Ahok Manut kepada Teman Ahok dan Partai

    Terlebih saat ini, Ahok mengklaim sudah mengantongi satu juta KTP sebagai bentuk dukungan kepada dia untuk maju dalam Pilgub DKI. "Saya ada sejuta (KTP) nih. Nah, kira-kira kamu parpol mau ikut rakyat atau tidak? kalo kamu mau ikut rakyat ya dukung dong," ucap Ahok.

    Saat ini, ada tiga parpol yang menyatakan mendukung Ahok untuk maju Pilgub DKI, yakni Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar. Ketiga partai tersebut, kata Ahok, sudah setuju jika ia maju lewat jalur independen. Selain itu, Ahok juga akan mempertimbangkan bersama kelompok relawannya untuk maju lewat parpol.

    "Parpol ini kan parpol yang harus diapresiasi. (Saat) semua parpol ketakutan jangan dukung independen. Tiga ini nekat tetap dukung. Ini yg saya katakan ke teman ahok dan parpol 'coba kamu pikirin deh', ujar dia.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?