Teh Java Preanger Raih Sertifikat Indikasi Geografis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teh Java Preanger Raih Sertifikat Indikasi Geografis

    Teh Java Preanger Raih Sertifikat Indikasi Geografis

    INFO JABAR - Teh Java Preanger, teh asal Jawa Barat memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum & HAM RI. Sertifikat yang diberikan dalam rangka Forum Kekayaan Intelektual Nasional 2016 ini diserahkan oleh Menteri Hukum & HAM Yasonna Laoly kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden.

    Sertifikat ini dibutuhkan untuk mengembangkan produk suatu daerah. Indikasi geografis menjadi suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu produk. Hal ini dirasa penting bagi negara kita, karena Indonesia memiliki beragam potensi atau kekayaan produk indikasi geografis yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan ekonomi nasional.

    Menurut  Deddy Mizwar,   sertifikat tersebut penting bagi Teh Java Preanger yang menjadi ciri dari Jawa Barat. "Karena ini berkaitan dengan benih, tanah, dan proses pengolahannya juga. Ini sudah diteliti dan menjadi ciri khas teh di Jawa Barat," kata dia  usai acara penyerahan sertifikat pada Senin, 18 Juli 2016.

    Deddy mengatakan, sertifikat ini dapat dijadikan patokan untuk menjaga kualitas dan komoditas produk Teh Java Preangaer secara ekonomi. Untuk itu, Pemprov Jabar pun  terus berupaya  menjaga kualitas teh agar terus terjaga dan semakin dikenal masyarakat luas, salah satunya dengan memberikan bimbingan teknis kepada para petani dari sisi promosi atau perdagangan.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengatakan, kekayaan alam geografis ini harus tetap dijaga. Untuk itu, pemerintah pun bertekad untuk terus mendukung serta memajukan berbagai kekayaan intelektual yang ada di tanah air, salah satunya dengan melakukan berbagai penelitian dan pengembangan.

    "Pemerintah bertekad untuk memajukan, jadi dibutuhkan dukungan universitas dan lembaga penelitian. Hampir semua penelitian-penelitian itu dimulai dari universitas atau perguruan tinggi," ujar Wapres dalam sambutannya di acara forum ini.

    Forum Kekayaan Intelektual ini mengusung tema: "Strategi Nasional Kekayaan Intelektual Menuju Kekuatan Ekonomi Digital". Tema ini sesuai dengan tema Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-16 tahun yang diusung oleh World Intellectual Property Organization (Wipo) dengan tema: "Digital Creativity: Culture Reimagined", dimana saat ini seluruh dunia sedang menghadapi apa yang disebut era ekonomi digital dengan salah satu bahan produksinya melalui kreativitas digital.

    Forum ini juga digunakan untuk menyerahkan Wipo Awards 2016. Salah satu penerima penghargaan itu adalah Mochamad Ridwan Kamil (Walikota Bandung) melalui kategori Wipo Medal for Creativity, Anugerah KI Nasional 2016 dengan berbagai kategori, serta penghargaan pengguna e-filling DJKI.

    Pada acara ini  dilakukan pula penandatanganan MoU tentang pelaksanaan Pusat Pendukung Teknologi dan Inovasi atau Technology & Inovation Support Center (TISC) antara Kementerian Hukum dan HAM RI dengan 4 (empat) universitas, yaitu: Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, dan Universitas Andalas. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.