Kronologi Identifikasi Jenazah Santoso dan Mukhtar di Palu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedatangan jenazah teroris Santoso dan Mukhtar di RS Bhayangkara Palu, 19 Juli 2016. TEMPO/Amar Burase

    Kedatangan jenazah teroris Santoso dan Mukhtar di RS Bhayangkara Palu, 19 Juli 2016. TEMPO/Amar Burase

    TEMPO.COPoso - Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Palu kedatangan dua jenazah teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang diperkirakan bernama Santoso dan Mukhtar. Keduanya tewas saat kontak senjata di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Berikut ini kronologi kedatangan kedua jenazah.

    Pukul 12.26 Wita
    Dua ambulans milik polisi bernomor 2705-XIX dan 2204-XIX pada Selasa, 19 Juli 2016, tiba di RS Bhayangkara.

    13.27
    Jenazah pertama dari ambulans bernomor polisi 2705-XIX dipindahkan ke ruang jenazah.

    13.28
    Jenazah kedua dipindahkan dari ambulans ke ruang jenazah.

    13.29
    Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, Kepala Operasi Satgas Tinombala Komisaris Besar Leo Bona Lubis, dan Dansatgas Marinir TNI AL Tinombala Kolonel Mar Weri Jhon memasuki ruang jenazah.

    13.38
    Istri Santoso, Suwarni, dan anaknya memasuki ruang jenazah.

    13.41
    Keluarga Santoso meninggalkan ruang jenazah.

    13.42 R
    Rombongan Waaspam KSAD Brigadir Jenderal Ilyas dan Kepala BIN Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Agus Nendi serta Dansatgas Intel Tinombala Kolonel Inf Yudha hadir ke rumah sakit.

    13.44 
    Komisaris Besar Leo Bona Lubis menyampaikan kepada wartawan bahwa jenazah tersebut, sesuai dengan hasil cek fisik luar dan tanda lahir serta keterangan pihak keluarga, adalah jenazah Santoso dan jenazah Mukhtar. Mereka, yang berjumlah 5 orang, tengah melarikan diri saat kontak senjata. Salah satunya diduga sebagai istri Santoso, istri Basri, dan Basri. Hasil identifikasi akan diupayakan secepat mungkin. 

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.