RKSA Tahun 2016 Kembali Digelar  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Award ini ditujukan bagi para peneliti yang berdedikasi dan bekerja keras menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan

    Award ini ditujukan bagi para peneliti yang berdedikasi dan bekerja keras menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan

    INFO NASIONAL - Sejak tahun 2008, setiap dua tahun sekali, PT Kalbe Farma Tbk menggelar Ristekdikti – Kalbe Science Award (RKSA).  Dengan komitmen dan tujuan memberi manfaat bagi banyak orang, event ini kembali digelar RKSA Tahun 2016. RKSA Tahun 2016 adalah program yang ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada peneliti Indonesia yang berdedikasi dan bekerja keras menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan. Program ini komitmen Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bersama PT Kalbe Farma Tbk.

    Dalam program ini, ada dua kategori penghargaan RKSA tahun 2016 yakni Best Research  Awards dan Young Scientist Award. Best Research  Awards adalah kategori untuk hasil penelitian terbaik pada  bidang-bidang life sciences dan teknologi kesehatan. Sementara, Young Scientist Award untuk peneliti muda Indonesia yang berprestasi dalam berbagai penelitian di bidang life sciences dan teknologi kesehatan dengan batas usia tidak lebih 40 tahun.

    Apresiasi atas kerja keras para peneliti ini mencapai ratusan juta rupiah. Uang senilai Rp100 juta diberikan untuk penelitian terbaik peringkat ke-1, peringkat ke-2 mendapat Rp75 juta, penelitian terbaik ke-3 mendapat Rp50 juta dan peneliti di kategori Young Scientist Award mendapat Rp75 juta.

    Untuk mendapatkan hasil penelitian yang maksimal, PT Kalbe Farma Tbk bekerjasama dengan Ristek  menghadirkan tim juri yang qualified dari berbagai latar belakang ilmu dan pendidikan di bidang science. Dewan Juri RKSA Tahun 2016 yakni Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati, Profesor Riset BPPT dan Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono, Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Yeyet Cahyati Sumirtapura, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Sofia Mubarika, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Maggy Thenawidjaja Suhartono dan Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Yahdiana Harahap.

    Direktur Manufakturing PT Kalbe Farma Tbk Pre Agusta Siswantoro mengatakan RKSA kembali digelar pada tahun 2016 karena PT Kalbe Farma Tbk tidak berhenti memberi penghargaan pada scientist. PT Kalbe Farma Tbk percaya jika inovasi menjadi faktor penting bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan dan negara.  

    “Kami percaya jika inovasi mendukung kemajuan perusahaan dan negara,” ujar Pre selama proses penjurian pada Kamis, 14 Juli 2016 di Hotel Century Park Jakarta.

    Setiap tahun, minat para scientist mengikuti program ini semakin meningkat.  Jika tahun 2008 peminat kejuaraan ini diikuti oleh 120 orang, kali ini kuantitas peserta meningkat menjadi 273 laporan penelitian. Para peserta ini berasal dari 19 provinsi di 40 kabupaten dan kota. Sebanyak 216 penelitian ikut serta dalam kategori Best Research Awards. Sementara, sisanya 57 orang berinovasi dalam kategori Young Scientist Awards.

    Pre mengatakan  peningkatan jumlah peserta RKSA Tahun 2016 adalah kemajuan positif. Sebab, kenaikan jumlah peserta membuktikan bahwa semakin banyak hasil penelitian yang akan menjadi teknologi dan inovasi atau life science di bidang obat-obatan dan farmasi untuk keberlangsungan hidup masyarakat yang lebih baik. Dan harapannya, dengan adanya batasan usia peserta yang tidak lebih dari 40 tahun mendorong lebih banyak anak-anak muda melakukan riset yang berguna bagi kemajuan bangsa.

    ”Sehingga hasil penelitian dipastikan merupakan karya asli atau hasil pemikiran yang orisinil, dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Pre.

    http://kalbe-rksa.com/ (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.