Suap Reklamasi, Sanusi: Duit dari Pengembang Dipakai untuk Pilkada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, mengotot duit Rp 2 miliar yang diterima dari pemimpin Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, digunakan untuk membantunya maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

    "Saya mohon dukungan," kata Sanusi saat menjadi saksi Ariesman dan Trinanda Prihantoro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 18 Juli 2016.

    Sanusi mengaku sudah tiga kali mengatakan kepada Ariesman bahwa dia akan menjadi bakal calon Gubernur DKI 2017. Karena itu, ia berharap mendapat bantuan dari Ariesman. "Saya berharap dapat bantuan keuangan," ujarnya.

    Sanusi mengatakan Ariesman berjanji akan membantunya secara finansial. Janji itu, kata Sanusi, disampaikan Ariesman saat mereka bertemu di Kafe Paul, Plaza Grand Indonesia. "Ariesman sanggup membantu saya dalam bentuk materi," ucapnya. Namun, kata dia, Ariesman dan pemimpin Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, tidak menyebut secara spesifik berapa jumlah bantuan yang dijanjikan.

    Baca: Pencucian Uang Suap Reklamasi, KPK Sita Tiga Mobil Sanusi  

    Pertemuan-pertemuan itu, kata Sanusi, terjadi berbarengan dengan pembahasan raperda di Badan Legislasi DPRD. Dalam beberapa kali pertemuan, dia dan Ariesman sempat menyinggung soal pembahasan raperda yang lama. Bahkan, ada satu pertemuan yang juga dihadiri oleh Aguan.

    Sanusi mengaku baru mengenal Aguan saat pernikahan anak petinggi Agung Sedayu Group itu di Mangga Dua Square. Namun dia mengatakan Aguan juga bersedia membantunya maju sebagai calon Gubernur DKI. Hal itu disampaikan Aguan saat ia mengantar pulang Sanusi bersama Ariesman.

    Ariesman berencana menyerahkan duit kepada Sanusi tak lama setelah itu. sibuk, Ariesman menyuruh Trinanda memberikan duit kepada Sanusi. Sedangkan Sanusi juga menyuruh asistennya, Geri, untuk mengambil uang tersebut.

    Transaksi itu terjadi dua kali. Pertama, Geri mengambil duit di kantor Trinanda, lalu menyerahkan kepada Sanusi di pompa bensin dekat rumah Sanusi. Duit itu nilainya Rp 1 miliar.

    Kedua, Geri kembali mengambil duit ke kantor Trinanda dan janjian ketemu dengan Sanusi di Mal FX. Sama seperti yang pertama, duit itu berjumlah Rp 1 miliar.

    Saat di Mal FX, Geri merasa ada yang tak beres. "Dia bilang ada yang ngikutin kita," kata Sanusi. Benar saja, begitu keduanya ke luar dari Mal FX, Sanusi melihat banyak penyidik KPK bergerak menangkapnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.