Calon Gubernur Boleh Terima Sumbangan Rp 750 Juta dari Partai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Ida Budhiati, Sigit Pamungkas, Hadar Nafis Gumay, Juri Ardiantoro, Ferry Kurnia Rizkiyansyah berjabat tangan usai konfrensi press usai menggelar rapat pleno di kantor KPU, Jakarta, 12 Juli 2016. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay melaksanakan tugas (Plt) ketua yang ditinggalkan oleh almarhum Husni Kamil Manik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    (ki-ka) Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Ida Budhiati, Sigit Pamungkas, Hadar Nafis Gumay, Juri Ardiantoro, Ferry Kurnia Rizkiyansyah berjabat tangan usai konfrensi press usai menggelar rapat pleno di kantor KPU, Jakarta, 12 Juli 2016. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay melaksanakan tugas (Plt) ketua yang ditinggalkan oleh almarhum Husni Kamil Manik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Calon kepala daerah hanya bisa menerima sumbangan dana kampanye dari partai politik sebesar Rp 750 juta untuk kampanye pemilihan kepala daerah 2017. Besaran sumbangan itu diatur dalam rancangan perubahan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2015. 

    “Dibatasi sumbangan dana kampanye setiap partai politik sebesar Rp 750 juta,” kata komisioner KPU, Ida Budhiati, dalam acara Uji Publik Perubahan Peraturan KPU, Senin, 18 Juli 2016.

    Selain dari partai politik, calon kepala daerah bisa menerima sumbangan dari perseorangan dan kelompok atau badan hukum swasta. Jumlah uang yang bisa diterima dari perseorangan paling banyak Rp 75 juta selama masa kampanye, sedangkan badan hukum swasta dapat menyumbang paling banyak Rp 750 juta selama masa kampanye.

    “Sebelumnya hanya diatur sumbangan dana kampanye yang berasal dari pihak-pihak lain yang tidak mengikat, yaitu perseorangan dan atau badan hukum swasta,” kata Ida. Besar sumbangan dana kampanye dari perseorangan semula dibatasi Rp 50 juta per orang dan dari badan hukum swasta Rp 500 juta.

    Dalam rancangan perubahan peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2015 ini juga disebutkan pasangan calon, yang diusung partai politik ataupun perseorangan, bisa dikenai sanksi berupa pembatalan jika melanggar aturan yang telah ditetapkan mengenai dana sumbangan ini.

    FAUZY DZULFIQAR | PRU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.