Takut Tak Konsen, Kapolda Larang Polisi Bermain Pokemon Go

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakorlantas Polri Irjen Condro Kirono (kiri) memperhatikan Sahlisosbud Kapolri  Irjen Benny Mokalu, mengoperasikan kamera smartphone sebelum upacara korps raport kenaikan pangkat, di Markas Besar Polri, Jakarta, 19 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Kakorlantas Polri Irjen Condro Kirono (kiri) memperhatikan Sahlisosbud Kapolri Irjen Benny Mokalu, mengoperasikan kamera smartphone sebelum upacara korps raport kenaikan pangkat, di Markas Besar Polri, Jakarta, 19 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono melarang anggotanya memainkan aplikasi game Pokemon Go. Condro khawatir permainan di dunia maya itu akan mengganggu kinerja polisi. "Saya melarang anggota mainan Pokemon Go," kata Condro, Senin 18 Juli 2016.

    Condro khawatir permainan itu dapat mengganggu konsentrasi anggota kepolisian yang seharusnya melayani masyarakat. "Nanti pekerajaan polisi melayani masyarakat bisa tidak tertangani," ujar Condro.

    Menurut dia perminaan Pokemon Go bisa membahayakan, apalagi bila sedang mengendarai kendaraan. Selain itu masyarakat juga diimbau tidak mengganggu daerah privasi orang lain. Condro mengaku siap menerima komplain masyarakat jika ada gangguan akibat permainan Pokemon Go.

    Ia mencontohkan bila markas Brimob didatangi masyarakat pemain Pokemon Go, atau gudang mesiunya ternyata ada Pokemon. Condro juga mencontohkan bila Pokemon berada di rumah sakit dan faislitas umum lain.  “Itu kawasan yang privat. Kalau komplain kan bisa jadi ribut itu," katanya.

    Demam Pokemon Go marak di sejumlah daerah, termasuk Kota Semarang dan daerah lain di Jawa Tengah. Di Jalan Pahlawan Semarang, tepatnya kawasan komplek pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terdapat Pokestop. Padahal Jalan Pahlawan juga tempat markas Polda Jawa Tengah.

     EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.