Kecelakaan Mudik 2016 Turun 6 Persen, Mayoritas Sepeda Motor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Jalan Panturan, Cirebon, Jawa Barat, 4 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Jalan Panturan, Cirebon, Jawa Barat, 4 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik lebaran tahun ini turun enam persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian data yang disampaikan Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam konferensi pers evaluasi angkutan lebaran di kantor Kementerian Perhubungan, Senin, 18 Juli 2016.

    “Dihitung dari H-6 sampai H+8 lebaran, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun enam persen,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

    Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Basuki Hadimuljono, para Dirjen kementerian Perhubungan, serta perwakilan Koorlantas Polri, Mabes TNI, dan BMKG, Jonan mengatakan jumlah korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun luka ringan dan berat juga ikut turun.

    Pada 2015, kecelakaan lalu lintas berjumlah 3.172 kejadian, sementara tahun ini berkurang 193 angka menjadi 2.979 orang. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia pada tahun ini juga turun dari 694 orang menjadi 558 orang atau turun sebesar 20 persen.

    Jumlah korban kecelakaan luka berat dan ringan juga ikut turun masing-masing sebesar 15 persen dan 5 persen. Jumlah korban luka berat turun dari 1.161 orang menjadi 989 orang, sedangkan korban luka ringan tahun ini 3.987 orang dari 4.197 orang di tahun sebelumnya.

    Jonan menambahkan, kendaraan yang umumnya terlibat dalam kecelakaan adalah sepeda motor dengan angka mencapai 3.766. “Lebih dari 70 persen kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua,” kata Jonan.

    Untuk mengantisipasi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua, Jonan mengatakan akan lebih menggalakkan program mudik gratis. “Mudik gratis itu juga menjadi satu target ke depan untuk lebih banyak lagi,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto.

    Untuk meningkatkan jumlah pengguna program mudik gratis, Pudji mengatakan instansinya akan mengajak pihak-pihak swasta dan pemerintah untuk menggelar program mudik gratis. Ia mencatat, pada tahun ini sudah terdapat 11 perusahaan swasta dan instansi pemerintah yang melaksanakan mudik gratis.

    ARDITO RAMADHAN | ERWIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.