Tren Pokemon Go, JK: Pemerintah Harus Siapkan Banyak Taman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren game Pokemon GO sudah melanda banyak orang. Tapi muncul kekhawatiran game Pokemon GO akan mengganggu keamanan nasional berupa dugaan adanya spionase di balik game tersebut, karena memanfaatkan global positioning system (GPS) pada telepon seluler.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap kekhawatiran itu terlalu berlebihan. "Ya, bagaimana kalau di seluruh dunia sudah jadi tren. Jadi, saya kira berlebihan kalau dianggap buat itu (spionase)," kata JK menjawab pertanyaan wartawan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, Senin, 18 Juli 2016.

    Menurut JK, dengan teknologi informasi saat ini, semua hal dengan mudah bisa dilakukan, sehingga ia menganggap game Pokemon GO bukan mengganggu sebuah negara, melainkan mengganggu anak-anak.

    Meski begitu, JK mengatakan ada manfaat dari kegandrungan masyarakat terhadap game Pokemon GO. "Kalau selama ini anak-anak itu sibuk dengan gadget-nya di kamar, sekarang di alam terbuka. Lebih sehat," kata JK.

    Karena itu, kata JK, ada konsekuensi dengan makin banyaknya anak-anak bermain di alam terbuka, yaitu keberadaan taman. "Pemerintah harus siapkan banyak taman," kata JK.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.