Jalur Apapun, Ahok Hanya Mau Duet Sama Heru Budi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPKAD DKI Jakarta Heru Budi Hartono di ruang kerjanya, 8 Maret 2016. TEMPO/Larissa Huda

    Kepala BPKAD DKI Jakarta Heru Budi Hartono di ruang kerjanya, 8 Maret 2016. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa dirinya tetap memilih Heru Budi Hartono sebagai calon wakilnya untuk maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2017. Keinginan untuk tetap berdampingan dengan Heru meski maju melalui jalur partai politik maupun jalur indenpenden.

    "Ya, harus sama Pak Heru, dong! Itu, kan, kita mau sama dia. Kecuali dia mau selingkuh pergi," kata Ahok seraya tertawa saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 18 Juli 2016.

    Heru Budi Hartono merupakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jakarta. Dia dipilih Ahok sebagai pasangannya dalam Pilkada Jakarta melalui jalur perseorangan. Mantan Bupati Belitung Timur itu memutuskan untuk memberikan nama Heru kepada relawannya, Teman Ahok, yang mengumpulkan dukungan kepadanya melalui jalur non partai.

    Kendati begitu, Ahok mengaku tetap akan memilih Heru, seandainya dia dipastikan menempuh jalur partai sebagai kendaraan politiknya untuk memenangkan kursi Gubernur Jakarta. Sampai saat ini, ada tiga partai politik yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada Ahok, yakni Partai Hanura, NasDem, dan Golkar.

    Ketiga partai itu bahkan telah membuat surat pernyataan dukungan secara resmi. Partai-partai itu juga tidak keberatan bila Ahok maju melalui jalur independen. Kalau pun lewat jalur partai politik, koalisi Hanura-NasDem-Golkar sudah cukup untuk mengusung Ahok sebagai calon gubernur.

    Secara keseluruhan tiga partai itu partai memiliki 24 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Masing-masing Hanura 10 kursi, NasDem 5 kursi, dan Golkar 9 kursi.

     Sebelum meminang Heru, Ahok menyatakan ingin maju kembali sebagai gubernur bersama wakilnya saat ini, Djarot Syaiful Hidayat. Djarot merupakan kader PDI Perjuangan. Namun, karena tak kunjung mendapatkan restu partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri, relawan Teman Ahok mendesaknya untuk segera menentukan pasangannya agar memiliki waktu cukup untuk mengumpulkan KTP dukungan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.