Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Ikut Angkat Meja dan Kursi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua mengawasi anak-anaknya saat pertama masuk kelas 1 di SD Sabang, Bandung, Jawa Barat, 18 Juli 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Orang tua mengawasi anak-anaknya saat pertama masuk kelas 1 di SD Sabang, Bandung, Jawa Barat, 18 Juli 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBengkulu - Antusiasme pada hari pertama sekolah bukan hanya dirasakan para siswa, tapi juga orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ke sekolah pada Senin pagi, 18 Juli 2016, ini. 

    Para orang tua rela berdiri di gerbang sekolah anak mereka selama sekitar satu jam sambil menunggu kegiatan upacara selesai. Sebagian dari mereka ingin memastikan anak-anak mereka mendapat meja dan kursi. "Iya kalau ditinggal takutnya anak saya tidak dapat meja dan kursi," kata Asti, salah seorang wali murid kelas II-B Sekolah Dasar Negeri 61 Kota Bengkulu.

    Kekhawatiran Asti dan orang tua lain bukan tanpa alasan. Murid sekolah itu yang terlambat datang harus mencari meja dan kursi sendiri. Mereka terpaksa mengangkut meja dan kursi dari kelas-kelas lain yang kelebihan alat kelengkapan belajar tersebut.

    Meilinda, salah satu orang tua murid, misalnya. Ia terpaksa mengangkut meja dari kelas lain. "Kalau tidak ikut mengantarkan, anak saya pasti sekarang tidak punya meja dan kursi," kata Meilinda, yang hari ini terpaksa izin datang telat ke kantornya.

    Menurut salah seorang wali kelas II-C SD Negeri 61, Dewi, meja dan kursi sebenarnya tidak kurang. Namun, karena kelas baru, jumlah kursi dan meja yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada di setiap kelas. "Meja dan kursi cukup, hanya karena kelas baru, jumlah siswa tidak sama dengan kelas sebelumnya," ujarnya.

    Dewi mengatakan sebenarnya wali murid tidak perlu merasa khawatir anak-anaknya tidak mendapat meja dan kursi. Wali kelas, kata dia, akan mencarikan kursi dan meja bagi anak yang tidak kebagian. "Hanya, orang tua kadang ingin mencari sendiri untuk memastikan anak-anaknya memiliki meja dan kursi, kami tidak melarang," tuturnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, kehebohan pada hari pertama sekolah ini kerap terjadi di sekolah dasar. Halaman dan ruang kelas dipenuhi orang tua murid yang ikut mengantar sekolah pada hari pertama.

    Orang tua pun tidak merasa keberatan menunggu di pintu pagar selama anak-anak upacara. Setelah selesai, mereka terlihat menyerbu kelas-kelas serta ikut mengangkat meja dan kursi untuk anak- anaknya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.