Pemudik Pilih Sepeda Motor, Mudik Gratis Masih di Bawah Target

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Ignasius Jonan saat meninjau pelaksanaan mudik gratis di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menhub Ignasius Jonan saat meninjau pelaksanaan mudik gratis di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan program mudik gratis bagi pengendara sepeda motor belum banyak diminati masyarakat. Jumlah pengguna sepeda motor yang memanfaatkan program ini, menurut Jonan, masih di bawah target.

    "Hampir dari 30 ribu kuota itu tidak seluruhnya habis, kurang dari 90 persen," kata Jonan saat memimpin apel penutupan posko lebaran terpadu di kantornya, Senin, 18 Juli 2016.

    Menurut Jonan, masih kurangnya minat masyarakat memanfaatkan program mudik gratis menjadi tantangan bagi pemerintah. "Ini satu refleksi bahwa sosialisasi maupun pemberian pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan mudik gratis ini menjadi penting," kata mantan Direktur Utama PT KAI ini.

    Dalam apel ini, Jonan membeberkan evaluasi mudik tahun ini dan rencana untuk tahun depan. Menurut dia, program mudik gratis akan terap dipertahankan untuk mengurangi angka kecelakaan.

    "Mudik gratis untuk sepeda motor tetap menjadi program penting untuk mengurangi angka kecelakaan," kata Jonan dalam sambutannya. Jonan menambahkan, lebih dari 70 persen kecelakaan darat melibatkan kendaraan bermotor roda dua.

    Jonan mengatakan sepeda motor masih mendominasi kegiatan mudik tahun ini. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dari tiga titik pemantauan, setidaknya terdapat 148 ribu unit sepeda motor yang digunakan untuk mudik. Sedangkan jumlah kendaraan mobil pribadi sebanyak 116.115 unit.

    Tahun ini, jumlah pengguna angkutan umum secara umum meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jonan menyebutkan pengguna angkutan naik sebanyak 0,04 persen. Pengguna kereta api juga meningkat 5 persen.

    Moda transportasi udara juga mengalami peningkatan. Untuk penerbangan domestik dan internasional, masing-masing meningkat 14,32 persen dan 15,30 persen. Sebaliknya, jumlah pengguna angkutan perairan justru turun. Angkutan penyeberangan turun 16,5 persen dan angkutan laut turun 20,9 persen.

    Jonan memberikan apresiasi terhadap operator angkutan udara, laut, penyeberangan, dan kereta api yang tidak menimbulkan korban jiwa pada Lebaran tahun ini. "Sekurangnya, tiga moda itu dua tahun berturut-turut tidak ada kecelakaan. Ini keberhasilan dan upaya yang besar sekali," kata Jonan.

    ARDITO RAMADHAN | NN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?