PDIP Umumkan Bakal Calon Gubernur DKI Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Djarot Saiful Hidayat melepas ribuan pemudik di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, 2 Juli 2016. Para pemudik diberangkatkan dengan 68 bus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. TEMPO/Ahmad Faiz

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Djarot Saiful Hidayat melepas ribuan pemudik di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, 2 Juli 2016. Para pemudik diberangkatkan dengan 68 bus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan menentukan nama-nama bakal calon gubernur DKI Jakarta yang diusungnya pada Kamis, 21 Juli 2016. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan saat ini pihaknya sedang mengerucutkan nama-nama yang mendaftar maupun yang dipetakan.

    "Mereka yang dipetakan partai berdasarkan aspirasi dari masyarakat," kata Hasto saat acara halalbihalal PDIP di Jakarta, Ahad, 17 Juli 2016. "Yang dinilai adalah yang mampu bawa perubahan di DKI."

    Hasto menyebutkan beberapa nama yang masuk pantauan PDIP, antara lain mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Risma masuk pantauan karena dinilai memiliki kinerja yang bagus dan memuaskan. "Bu Risma berhasil membawa kebijakan yang berorientasi kepada rakyat bawah," ujar Hasto. "Ini tentunya menjadi tokoh yang akan kami cermati."

    Bahkan, kata Hasto, pihaknya masih mempertimbangkan untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Tentu saja dipertimbangkan," katanya. "Pak Ahok sebagai Gubernur Jakarta saat ini, menjadi gubernur karena dukungan penuh PDIP."

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.