Vaksinasi Ulang di Puskesmas Ciracas, Jokowi Berencana Hadir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua pasien korban vaksin palsu keluhkan pelayanan di posko pengaduan RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, 17 Juli 2016. Tempo/Azis

    Orang tua pasien korban vaksin palsu keluhkan pelayanan di posko pengaduan RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, 17 Juli 2016. Tempo/Azis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas, Winarto, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan hadir saat imunisasi ulang terhadap anak-anak yang terindikasi mendapat vaksin palsu, Senin, 18 Juli 2016. Besok, sekitar 30-50 anak akan divaksinasi ulang di puskesmas Ciracas yang menjadi posko pengaduan vaksin palsu.

    "Rencananya akan dihadiri Bapak Presiden," ujar Winarto di Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, Ahad, 17 Juli 2016.

    Winarto berujar anak-anak yang divaksin ulang tersebut merupakan pasien yang sebelumnya mendapat suntikan vaksin palsu. "Ini kami data berdasarkan riwayat dan pemeriksaan," ujarnya.

    Winarto menuturkan, berdasarkan laporan, anak-anak tersebut mendapat vaksin palsu di Klinik Bidan Manogu Elly Novita di Ciracas. Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminal Polri, anak yang terpapar vaksin palsu di Klinik Bidan Elly sebanyak 197 orang. Sedangkan beberapa data dari Rumah Sakit Harapan Bunda diketahui puskesmas setelah orang tua korban mendatangi posko tersebut.

    "Kami memilah-milah datanya karena ada yang melapor, tapi namanya sudah ada dalam data Bareskrim," ujar Winarto. Nama pasien yang terkumpul adalah data tahun 2014-2016.

    Winarto mengatakan vaksin yang akan diberikan kepada anak-anak ini di antaranya DPT, hepatitis B, dan polio. "Tergantung kemarin diberi vaksin palsu apa," katanya. Petugas kesehatan yang akan memberi vaksin adalah dokter puskesmas Ciracas yang dibantu dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Kecamatan Ciracas.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.