Minggu, 22 September 2019

Konferensi Perkotaan PBB, Risma Dandani Kampung Ketandan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelaksanaan Konferensi Perkotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa tinggal hitungan hari. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mempercantik kampung-kampung yang bakal dikunjungi peserta Third Preparatory Committee of the Habitat III Conference pada 25-27 Juli 2016. Kali ini, Risma turun langsung bergotong-royong bersama anak-anak muda karang taruna dan mahasiswa mengecat warna-warni Kampung Ketandan atau disebut pula Kampung Budaya.

    Menggunakan kaus cokelat dibalut kerudung dan celana hitam serta sepatu olahraga, Risma tampak semangat memimpin pengecatan itu. Risma tak sungkan-sungkan memoleskan warna kuning dan merah ke jalan paving di kampung itu. Tulisan “Kampung Ketandan” juga tampak indah menghiasi jalan paving tepat di pintu masuk kampung. “Indah kan kalau gini,” kata Risma sambil mengecat, Minggu, 17 Juli 2016.

    Baca juga:
    Konferensi Perkotaan PBB, Surabaya Gelar Tujuh Festival 
    Konferensi Perkotaan PBB, Risma Siapkan 14 Kampung Wisata

    Alhasil, kampung yang berada di sebelah barat Jalan Tunjungan atau sekitar 100 meter dari arah Siola di Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, tersebut kini terlihat cantik, bersih, dan indah. Semakin masuk ke dalam kampung, pemandangannya semakin menakjubkan. Sebab temboknya dipenuhi lukisan mural warna-warni. Pagar tanaman toga juga dicat dengan beragam warna. Plus tempat sampah yang terlihat menarik dengan warna biru. Selain itu, saluran airnya terlihat sangat bersih.

    Camat Genteng Mahmud Sariadji menuturkan perubahan “wajah” Kampung Ketandan itu tidak lepas dari adanya kemauan warga untuk mengubah kampungnya menjadi lebih baik. Padahal dulu warga kampung itu sangat susah diajak kerja bakti karena sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. “Sekarang warga sudah guyub dan kompak. Karang tarunanya juga aktif. Bahkan kerja bakti ini merupakan inisiatif warga,” ucap Mahmud.

    Karena itu, Mahmud sangat bersyukur warganya sudah guyub dan mau bergotong royong untuk mempercantik kampungnya masing-masing. Mahmud berkomitmen selalu menjaga kekompakan itu ke depan.

    Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Kampung Ketandan Carla Della, yang juga ikut pengecatan, mengaku senang bisa mengecat bareng dengan Wali Kota Risma. Ia juga bersyukur warga kampungnya saat ini sudah kompak, sehingga menambah semangat untuk menghidupkan kembali kampungnya. “Seru sekali bisa ikut ramai-ramai mengecat kampung, seharusnya seperti inilah kampung itu,” ujar Carla sambil mengecat jalan paving.

    Baca juga:|
    Siswa Indonesia Raih 7 Medali Lomba Sains Asia-Pasifik
    Pemburu Pokemon Serbu Gelora Bung Karno hingga Siang

    Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya ini juga sangat bangga kampungnya akan dikunjungi ribuan peserta Third Preparatory Committee of the Habitat III Conference dari 193 negara. Karena itu, dia mengaku pihaknya sudah menyiapkan berbagai hal yang spesial untuk menyambut tamu-tamu itu. “Kami akan menonjolkan Kampung Budaya Ketandan. Di sini ada anak-anak yang aktif mengikuti pelatihan tari remo dan ludruk,” tuturnya.

    Selain itu, warganya telah membangun pendapa baru yang akan digunakan untuk latihan tari remo dan ludruk serta akan menjadi ruang publik ke depan. Warga Kampung Ketandan juga telah menyiapkan berbagai hasil produk kerajinan dan ekonomi kreatif warga, sehingga mereka memastikan sudah siap menyambut ribuan tamu asing itu.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe