Jasad TKI Asal NTT Dipulangkan Penuh Jahitan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Kementerian Sosial sedang mendata ratusan TKI yang dideportase dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 25 Juni 2016. Tempo/Avit Hidayat

    Petugas dari Kementerian Sosial sedang mendata ratusan TKI yang dideportase dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 25 Juni 2016. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Kupang - Tenaga kerja Indonesia asal Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Yufrida Selan, 19 tahun, yang meninggal di Malaysia dipulangkan dengan tubuh penuh jahitan.

    Diduga, semua organ tubuhnya dicuri untuk diperjualbelikan. Yufrida dilaporkan meninggal di Malaysia akibat gantung diri. Setelah dilaporkan meninggal, jasad korban dikirim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur ke Kupang melalui Bandara Soekarno-Hatta.

    Tiba di Kupang, jenasah divisum di Rumah Sakit Umum Daerah  So'e, Timor Tengah Selatan. Saat divisum, diketahui hampir seluruh tubuh korban penuh jahitan, dari kepala, dada, hingga paha.

    Ayah korban, Melitus Selan, menyatakan, sebelum mendapat kabar tentang kematian putrinya, korban sempat menghilang sejak 2 September 2015. "Kami sempat mencari. Namun, karena kurang uang, kami pasrah," katanya kepada wartawan, Minggu, 17 Juli 2016.

    Karena itu, dia mencurigai beberapa dokumen anaknya dipalsukan. "Ada yang tidak beres dengan dokumen anak saya," ucapnya.

    Dia berharap pemerintah dan polisi bisa mengusut tuntas kematian anaknya. Sebab, hampir seluruh bagian tubuhnya penuh jahitan. "Kami menduga organ tubuh anak kami sudah tidak ada," ujarnya.

    Kasus itu merupakan yang kedua kalinya jenazah TKI asal NTT dipulangkan dengan tubuh penuh jahitan. Sebelumnya, Adolfina Abuk mengalami nasib sama. Diduga, organ tubuh keduanya diperjualbelikan di Malaysia.

    YOHANES SEO



  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.