Gara-gara Vaksin Palsu, Layanan di RS Harapan Bunda Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua pasien Rumah Sakit Harapan Bunda mengisi formulir data anak yang diduga penerima vaksin palsu, Jakarta, 15 Juli 2016. Tempo/Idke Dibramanty

    Orang tua pasien Rumah Sakit Harapan Bunda mengisi formulir data anak yang diduga penerima vaksin palsu, Jakarta, 15 Juli 2016. Tempo/Idke Dibramanty

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelayanan di Rumah Sakit Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur, hari ini ditutup. Loket pendaftaran pasien baru terlihat tutup begitu juga dengan instalasi farmasi yang tidak ada kegiatan sama sekali. Adapun pintu di lobi utama ditutup dan terlihat terikat dengan tali di pegangan pintunya.

    Menurut seorang karyawan rumah sakit yang tak mau dikutip namanya, pelayanan di sana ditutup untuk sementara hingga waktu yang belum ditentukan. "Itu sudah keputusan manajemen," kata karyawan itu saat ditemui Ahad, 17 Juli 2016.

    Meski demikian beberapa layanan lain seperti pelayanan rawat inap, pelayanan hemodialisa, dan instalasi gawat darurat. "Penutupan ini dilakukan sejak kemarin," katanya. Tempo yang belum bisa meminta konfirmasi dari pihak manajemen terkait dengan penutupan layanan di rumah sakit itu.

    Penutupan layanan kesehatan itu diduga perihal kasus vaksin palsu yang menyeret rumah sakit ini. Kementerian Kesehatan mengumumkan Rumah Sakit Harapan Bunda menjadi salah satu dari 14 rumah sakit yang menjadi tempat peredaran vaksin palsu. Manajemen rumah sakit juga telah mengakui hal tersebut.

    Sejak pengumuman Menteri Kesehatan, orang tua pasien secara bergelombang mendatangi rumah sakit untuk meminta pertanggungjawaban. Pihak rumah sakit pun bersedia memvaksinasi ulang anak-anak yang diberi vaksin palsu.

    Para orang tua hingga hari ini masih tampak memenuhi posko yang dibuat rumah sakit untuk melaporkan dan bertanya apakah anak mereka terindikasi diberikan vaksin palsu oleh rumah sakit.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.