Impor Jeroan Sapi dari India Dinilai Bermasalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyita tujuh kontainer berisikan jeroan daging sapi asal Australia dan Selandia Baru di Pelabuhan Tanjung Priok, 16 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyita tujuh kontainer berisikan jeroan daging sapi asal Australia dan Selandia Baru di Pelabuhan Tanjung Priok, 16 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Mataram - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram Prof DR Ir Yusuf Ahyar Sutaryono MSc tidak setuju impor jeroan untuk mengatasi mahalnya harga daging sapi di Indonesia. Dia mendukung sikap Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi yang menolak impor jeroan sapi.

    “Saya setuju impor jeroan dihentikan karena memang tidak bermartabat dan kualitasnya belum tentu bagus,” katanya, Sabtu, 16 Juli 2016.

    Menurut dia, selain tidak bermartabat, kualitas jeroan sapi impor itu pun belum tentu baik. “Kualitas daging dan jeroan dari India itu menjadi pertanyaan besar,” ujarnya.

    Apalagi impor daging dari India bermasalah besar di Indonesia karena India belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). “Indonesia sudah bebas PMK bisa terjangkit PMK lagi,” kata Yusuf.

    Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan pers tertulisnya mengatakan impor jeroan sapi merendahkan martabat bangsa. “Jeroan di negara-negara Eropa justru untuk pakan anjing, dan tidak layak konsumsi untuk manusia,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Pertanian memutuskan untuk mengimpor daging sapi kategori secondary cut dan jeroan. Impor ini dilakukan untuk menekan harga daging sapi yang tak kunjung turun.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.