MTQ Akan Digelar di Mataram, Ada Pameran dan Kuliner Halal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak membawa lampion berbentuk bintang saat melakukan takbir keliling di Mataram, NTB, 5 Juli 2016. Takbir keliling dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H yang jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Sejumlah anak-anak membawa lampion berbentuk bintang saat melakukan takbir keliling di Mataram, NTB, 5 Juli 2016. Takbir keliling dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H yang jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-26 yang akan berlangsung pada 27 Juli - 7 Agustus 2016 di Mataram diisi Pameran Peradaban Islam (PPI) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Expo. Ada pula promosi produk unggulan daerah se-indonesia, bazar kuliner halal food, dan Festival Hortikultura yang akan berlangsung di area Expo di sebelah utara venue utama Islamic Centre NTB.

    Menurut Asisten II Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariyadi yag juga merangkap Wakil Ketua III MTQ 22016, PPI adalah acara baru di ajang MTQ yang dipersiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB bekerjasama dengan Museum Nasional dan Museum NTB. Pameran itu akan menampilkan dokumentasi dinamika dan perkembangan peradaban Islam. ‘’Di NTB khususnya dan Islam di nusantara pada umumnya,’’ kata Gita Ariyadi.

    Di stand PPI juga akan ditampilkan berbagai materi dan koleksi yg mencerminkan perkembangan Islam yang tersimpan di berbagai museum. Selain itu di stand PPI setiap hari juga akan berlangsung acara bedah buku dan seminar tentang dunia islam. Kementrian agama dan kementerian terkait lainnya akan terlibat selama PPI itu.

    NTB Expo yang diselenggara Dinas Koperasi dan UMKM bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sejak empat bulan lalu pun sudah disiapkan. Sebanyak 278 stan produk lokal atau 90 persen, sudah terisi. Pameran NTB EXPO dan promosi produk unggulan daerah peserta se Indonesia. ‘’Masing-masing daerah menampilkan keunikan produk daerah,’’ ujar Gita Ariyadi.

    Dalam MTQ kali ini, pameran produk unggulan daerah selain diadakan di venue utama juga diadakan di Lombok Epicentrum Mall (LEM) diikuti tidak kurang dari 90 peserta kabupaten/kota se Indonesia.

    Bazar Kuliner Halal Food juga di gelar di arena EXPO MTQ ini dengan menyiapkan 40 unit stan food court yang diisi oleh restoran, lesehan, katering dan UMKM binaan BUMN/Swasta, Iwapi, Dharma Wanita. Selain itu tersedia pula kantin sehat dan halal untuk melayani panitia, kafilah dan pengunjung di lantai 1 Gedung Pendidikan – IC NTB.

    Keberadaan sektor informal pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi atensi panitia. 30 an PKL yang membuka lapak di jalan Mahoni kini sudah dialihkan di area paling utara arena EXPO.

    Atraksi menarik lainnya, di arena EXPO juga berlangsung festival hortikultura dengan menampilkan aneka pohon buah-buahan, bunga dan sayur mayur sehingga di area ini akan terasa hijau. Ada 20 stand perusahaan swasta dan pemerintah akan tampil memeriahkan hortifest denganmenggelar berbagai produk dan teknologi tepat guna.

    Di arena Expo setiap hari dipentaskan aneka hiburan kesenian musik hadrah, rebana, gambus serta aneka lomba seperti lomba cerita ttg sejarah perjuangan para Nabi, hijaber kids, lomba mewarnai, lomba azan, lomba pukul bedug dan musik sahur. Semua kegiatan ini sdh dipersiapkan dan terus dimatangkan panitia.

    Bagi kafilah dan penggembira yang ingin berwisata, panitia melalui Disbudpar NTB menyiapkan city tour dan di arena EXPO juga tersedia paviliun MICE berupa 4 booth khusus yang diisi pelaku pariwisata antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosia Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita), Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Asosiasi Hotel Mataram (AHM) dan penyedia jasa paket wisata.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.